Connect with us

Internasional

China Tolak Masuk 100 Kontainer Durian Thailand karena Diwarnai

Sebanyak 100 kontainer durian Thailand ditolak China karena mengandung pewarna kimia BY2. Dampak ekonominya terasa di pasar lokal Thailand.

habigates

Published

on

China Tolak Masuk 100 Kontainer Durian Thailand karena Diwarnai
China Tolak Masuk 100 Kontainer Durian Thailand karena Diwarnai. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 26 Januari 2025 - Sebanyak 100 kontainer durian asal Thailand ditolak masuk ke China setelah ditemukan mengandung pewarna kimia berbahaya Basic Yellow 2 (BY2).

Durian yang dikirim menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2025 itu akhirnya dikembalikan ke Thailand untuk dijual di pasar lokal dengan harga lebih murah.

Penemuan ini memicu tindakan tegas dari pihak berwenang China terhadap impor durian Thailand serta negara-negara lain seperti Vietnam dan Malaysia.

Penemuan Pewarna Kimia Berbahaya

Pemeriksaan di China menemukan bahwa durian asal Thailand mengandung pewarna BY2, yang dikategorikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai zat kemungkinan karsinogenik dalam golongan level 2B.

Pemeriksaan dilakukan sebelum tanggal 10 Januari 2025 sebagai bagian dari protokol keamanan pangan menjelang puncak permintaan durian di pasar China selama Imlek.

Adanya zat tersebut menyebabkan durian-durian tersebut tidak lolos dari inspeksi ketat di pintu masuk China.

Sebagai langkah pencegahan, Administrasi Umum Bea Cukai China (GACC) memberlakukan aturan baru mulai 10 Januari 2025.

Semua pengiriman durian Thailand kini diwajibkan disertai laporan pengujian laboratorium yang memastikan tidak adanya kandungan BY2 maupun kadmium.

Protokol Baru dan Pengetatan Impor

Untuk mencegah kasus serupa, China meningkatkan pengawasan terhadap impor durian Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

Pemeriksaan mencakup pengujian residu pewarna dan zat berbahaya lainnya di pos masuk melalui jalur darat, laut, dan udara.

Jika ditemukan pelanggaran, proses impor dapat dihentikan.

Menurut pernyataan resmi GACC, lebih dari 50 persen pengiriman durian dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia kini akan diperiksa secara acak, dengan estimasi waktu proses hingga tujuh hari.

Baca Juga:  Banjir Bandang Terjang Nepal, Lebih dari 150 Orang Tewas

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan durian yang beredar di pasar China.

Dampak Ekonomi di Thailand

Pengembalian durian dari China memberikan dampak langsung pada pasar lokal Thailand.

Durian-durian Thailand yang ditolak dijual di dalam negeri dengan harga yang jauh lebih rendah.

Sebelumnya, durian Thailand dihargai sekitar 230-240 baht (Rp110.000-Rp150.000) per kilogram.

Namun, akibat pengembalian ekspor, harga durian turun drastis menjadi 110-120 baht (Rp52.500-Rp57.500) per kilogram.

Untuk mengatasi situasi ini, pemerintah Thailand segera melakukan tes kontaminasi tambahan untuk memastikan kualitas durian yang diekspor ke China.

"מחבר תוכן מרתק בכל הפלטפורמות, יוצר יצירות ייחודיות, מותאמות SEO ואנושיות שמעניקות השראה, מידע וחיבור."

Trending