Connect with us

Berita

Erick Thohir Umumkan Perusahaan BUMN yang Bakal Merger Tahun 2025, Ini Daftarnya!

Erick Thohir akan mengurangi jumlah BUMN menjadi 30 entitas pada 2025 melalui konsolidasi dan merger.

Logompn

Published

on

Erick Thohir Umumkan Perusahaan BUMN yang Bakal Merger Tahun 2025, Ini Daftarnya!
Erick Thohir Umumkan Perusahaan BUMN yang Bakal Merger Tahun 2025, Ini Daftarnya!. Gambar: Dok. BUMN

MPN Indonesia 26 Desember 2024 - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengumumkan rencana pengurangan jumlah perusahaan BUMN menjadi 30 entitas pada tahun 2025.

Kebijakan ini dilakukan melalui program konsolidasi dan merger, bertujuan untuk menata ulang struktur perusahaan pelat merah agar lebih efisien dan kompetitif.

Saat ini, terdapat 47 perusahaan BUMN yang dikelola, turun dari jumlah sebelumnya yang mencapai ratusan.

Langkah ini merupakan bagian dari 45 program strategis yang dirancang oleh Kementerian BUMN untuk lima tahun ke depan.

Erick Thohir menekankan bahwa proses merger membutuhkan waktu serta kajian menyeluruh sebelum bisa terealisasi sepenuhnya.

“Mungkin ada 45 program lah yang kita akan dorong untuk lima tahun ke depan, ya termasuk bagaimana konsolidasi dari 47 perusahaan ke 30 itu,” ujar Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta (24/12).

Daftar Perusahaan BUMN yang Akan Merger Tahun 2025

Berikut adalah daftar perusahaan BUMN yang direncanakan akan digabungkan dalam program pengurangan jumlah entitas:

  1. PT Pelni (Persero) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan digabung ke dalam PT Pelindo (Persero).
  2. PT Industri Kereta Api (INKA) akan digabungkan ke dalam PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).
  3. Holding BUMN Rumah Sakit akan ditempatkan di bawah PT Bio Farma (Persero).
  4. Perum Perhutani akan menjadi anak usaha Holding BUMN Perkebunan di bawah PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III).
  5. PT Waskita Karya (Persero) Tbk. akan masuk ke struktur perusahaan PT Hutama Karya (Persero).
  6. PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) akan bergabung ke dalam PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
  7. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) akan menjadi anak usaha dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP).
Baca Juga:  Erick Thohir Tunjuk Sekjen PSSI Yunus Nusi jadi Komisaris Angkasa Pura

Dampak Penggabungan dan Dukungan Pemerintah

Konsolidasi ini akan menyisakan tiga perusahaan besar dalam sektor BUMN karya dari tujuh entitas yang ada saat ini.

Erick Thohir menyebutkan bahwa program merger ini telah dibahas dengan pemangku kepentingan, termasuk Menteri Perhubungan, yang mendukung rencana tersebut sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN.

“Ada yang bisa setahun, ada yang bisa dua tahun. Tetapi kalau yang Pelindo, Pelni, ASDP kemarin kan kita udah sounding juga ke Menteri Perhubungan, beliau dukung karena ini bagian solusi juga,” tambah Erick.

Melalui strategi ini, Kementerian BUMN berharap dapat memperkuat bisnis korporasi di berbagai sektor, seperti transportasi, infrastruktur, dan perkebunan, sembari mengoptimalkan kinerja perusahaan pelat merah secara keseluruhan.

Trending