Ekonomi
IHSG Menguat! Kenaikan Didominasi oleh Sektor Perbankan
IHSG ditutup menguat 2,19% ke 8.088,98 pada Senin (20/10), didorong lonjakan saham perbankan seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
MPN Indonesia 21 Oktober 2025 - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,19 persen ke level 8.088,98 pada perdagangan Senin (20/10), dengan sektor perbankan menjadi pendorong utama.
Saham-saham perbankan besar mencatat kenaikan signifikan: BBCA naik 5,00 persen, BBRI 5,14 persen, BMRI 6,17 persen, dan BBNI 6,32 persen.
Kinerja sektor keuangan secara keseluruhan mencatat kenaikan 3,38 persen, menjadi sektor dengan penguatan tertinggi dibandingkan sektor lainnya.
Dari 11 sektor yang dipantau, 9 sektor mengalami kenaikan, sedangkan sektor bahan baku turun 0,77 persen.
Sentimen Buyback dan Optimisme Suku Bunga
Penguatan sektor perbankan didorong oleh kombinasi faktor makro dan fundamental korporasi.
Dari sisi makro, ekspektasi penurunan suku bunga global tahun depan meningkatkan optimisme terhadap pertumbuhan kredit dan perbaikan margin perbankan nasional.
Dari sisi korporasi, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan rencana buyback saham dengan alokasi maksimal Rp5 triliun, dilakukan mulai 22 Oktober 2025 hingga 19 Januari 2026.
Buyback dilakukan dengan batas harga maksimum Rp9.200 per saham dan dibiayai dari kas internal tanpa menggunakan pinjaman.
BBCA menyatakan bahwa program ini tidak akan melebihi 20 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Terkait kondisi keuangan, rasio kecukupan modal (CAR) BBCA tercatat turun tipis dari 29,36 persen menjadi 28,75 persen, sementara return on equity (ROE) meningkat menjadi 25,02 persen.
Perusahaan juga mencatatkan laba bersih konsolidasian per September 2025 sebesar Rp43,39 triliun, naik 5,65 persen secara tahunan dari Rp41,07 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pergerakan Saham dan Aksi Investor Asing
Dikutip MPN Indonesia dari Mega Capital Sekuritas, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) di pasar reguler senilai Rp657,03 miliar dan di seluruh pasar sebesar Rp533,30 miliar.
Meskipun demikian, hanya saham BBCA yang mencatatkan akumulasi pembelian asing sebesar Rp894 miliar. Tiga saham perbankan lainnya masih mencatatkan net sell:
BMRI: Rp239 miliar
BBNI: Rp66 miliar
BBRI: Rp30 miliar
Sementara itu, indeks LQ45 juga turut menguat 3,10 persen ke level 796,31, dan ETF EIDO tercatat naik 3,01 persen ke posisi 17,82.
Saham-saham seperti AMMN (-4,37 persen), MLPT (-14,99 persen), dan BRMS (-5,85 persen) menjadi lagging movers pada hari itu.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
