Ekonomi
Kurs USD ke IDR Hari Ini 19 Januari 2026, Rupiah Melemah hingga Sentuh Rp16.900
Rupiah melemah ke Rp16.904 per dolar AS pada Senin pagi (19/1). Sentimen geopolitik global dan risk-off pasar membuat rupiah rentan mendekati Rp17.000.
MPN Indonesia 19 Januari 2026 - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan hari Senin (19/1) pagi.
Rupiah turun 17 poin atau 0,10% menjadi Rp16.904 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp16.887.
Melemahnya mata uang rupiah ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memprediksi rupiah akan mengalami penguatan.
Ia menjelaskan bahwa dolar AS mengalami pelemahan pada pagi hari, seiring kekhawatiran investor terhadap potensi kebijakan tarif baru AS terhadap negara-negara yang menentang keinginan Washington menguasai Greenland.
“Walau indeks dolar AS melemah tajam oleh perkembangan ini, namun rupiah diperkirakan masih akan lebih condong tertekan karna sentimen risk off,” ujar Lukman dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia dari Suara.com pada Senin (19/1).
Akan tetapi, tekanan terhadap rupiah dinilai tidak bersifat sementara.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga Rp17.000 per dolar AS.
“Rupiah diperkirakan minggu depan tembus Rp16.840–Rp17.000,” kata Ibrahim dalam keterangannya pada Jumat (16/1).
Ia menambahkan bahwa selama ketidakpastian global masih tinggi dan respons kebijakan di dalam negeri belum solid, rupiah cenderung bergerak melemah.
Sentimen Global Perburuk Posisi Rupiah
Gejolak geopolitik menjadi salah satu pemicu utama melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS.
Ketegangan muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor tambahan kepada negara-negara yang tidak mendukung upaya Amerika Serikat mencaplok Greenland.
Trump menyatakan bahwa pulau terbesar di dunia tersebut harus berada di bawah kendali AS demi keamanan nasional, terutama karena meningkatnya kehadiran China dan Rusia di kawasan Arktik.
Situasi politik AS juga diperkeruh oleh pemanggilan Ketua The Fed Jerome Powell ke kejaksaan agung.
Meskipun Trump telah beberapa kali menegaskan bahwa Powell tidak akan ditangkap, pernyataan Powell sendiri menyebutkan bahwa hal ini merupakan permasalahan politik.
“Powell pun juga dipanggil datang ke kejaksaan agung, walaupun Trump sudah berkali-kali mengatakan tidak mungkin Powell ditangkap. Tapi, Powell sendiri mengatakan bahwa ini adalah permasalahan politik. Jadi, ini kemungkinan perpolitikan Amerika ini terus memanas,” ujar Ibrahim.
Lebih lanjut, pembatalan pertemuan antara pejabat AS dan Iran turut menambah kekhawatiran pasar.
Hal ini mengindikasikan potensi eskalasi konflik dan kemungkinan invasi, yang memperkuat sentimen risk-off di pasar global.
“Nah, di sisi lain pun juga pertemuan antara pejabat Amerika dengan Iran dibatalkan untuk melakukan negosiasi. Artinya, bahwa Trump masih menginginkan adanya invasi ke Iran,” jelas Ibrahim.
Faktor Domestik Tidak Memberikan Dukungan Signifikan
Di dalam negeri, kebijakan Bank Indonesia yang menggelontorkan dana sebesar Rp275 triliun ke bank-bank Himbara belum menunjukkan dampak signifikan terhadap stabilitas kurs rupiah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyampaikan bahwa langkah tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
Ibrahim menilai bahwa lemahnya koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia turut memperburuk situasi.
“Di dalam negeri sendiri Purbaya sudah mengatakan bahwa dana Rp275 (triliun) yang digelontorkan dari Bank Indonesia ke Bank Himbara ini pun juga tidak ada hasilnya sama sekali. Ya mungkin ini karena tidak adanya kerjasama antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Sehingga membuat rupiah ini ke Rp17.000 atau mendekati Rp17.000,” pungkasnya.
Investor kini mengalihkan fokus pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan berlangsung pada Rabu (21/1).
Rapat tersebut diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, meskipun investor masih menantikan kepastian mengenai prospek suku bunga ke depan.
Berdasarkan faktor-faktor yang ada, analis memperkirakan kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.850–Rp16.950 per dolar AS.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
