Connect with us

Ekonomi

Stok Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Mentan: Tertinggi Selama 57 Tahun

Pemerintah mencatat stok beras nasional capai 4 juta ton, tertinggi dalam 57 tahun.

Logompn

Published

on

Stok beras nasional tembus 4 ton, mentan tertinggi selama 57 tahun
Stok beras nasional tembus 4 ton. Gambar: Dok. Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi

MPN Indonesia 3 Juni 2025 - Stok beras nasional saat ini mencapai lebih dari 4 juta ton, menandai jumlah tertinggi dalam 57 tahun terakhir.

Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (2/6).

“Tertinggi selama 57 tahun dan pernah kita capai 3 juta ton, yaitu tahun 1984,” jelasnya, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi presiden.go.id, Selasa (3/6).

Peningkatan stok ini menjadi dasar optimisme pemerintah dalam mencapai swasembada beras tanpa impor pada tahun 2025.

Mentan menyebut bahwa target awal swasembada direncanakan dalam empat tahun, namun kini ditargetkan bisa tercapai tahun ini.

“Target dari Bapak Presiden, awal rencana kita swasembada empat tahun, kemudian tiga tahun. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada impor,” ucapnya.

Selain menyampaikan capaian tertinggi dalam stok beras, Mentan menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan nasional, yang turut didukung kebijakan distribusi dan perlindungan harga.

“Ini strategi kita lakukan untuk menjaga harga di tingkat petani tetap baik, juga di tingkat konsumen tetap baik,” lanjutnya.

Strategi Pemerintah Dukung Produksi dan Distribusi Beras

Untuk mendukung stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat, pemerintah telah menyiapkan bantuan sosial berupa beras sebanyak 180 ribu ton per bulan selama dua bulan.

Bantuan ini ditujukan khusus bagi wilayah nonpenghasil beras dan daerah perkotaan.

“Seperti Papua, Maluku, dan seterusnya. Kita distribusi ke sana bisa sekaligus dua bulan. Kemudian yang kedua adalah daerah perkotaan yang juga tidak menghasilkan beras,” papar Mentan.

Baca Juga:  Ini Dampak Perang Iran-Israel bagi Ekonomi Indonesia

Dalam upaya menjaga keseimbangan pasokan dan harga, Mentan menyebut bahwa daerah penghasil beras seperti di Pulau Jawa tetap harus mendapat perlindungan.

Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan agar petani tetap memperoleh harga yang menguntungkan tanpa membebani konsumen.

Kebijakan ini diharapkan turut memperkuat ketahanan pangan nasional jangka panjang.

Selain itu, penyerapan gabah dari petani diperkirakan akan mencapai 400 hingga 500 ribu ton pada bulan Juni.

Volume ini melampaui jumlah bantuan yang disalurkan, yakni 360 ribu ton.

“Karena yang kita akan keluarkan hanya 360 ribu ton dan kemungkinan bulan ini, serapannya bisa 400–500 ribu ton,” pungkas Mentan.

Indikator Ekonomi Petani Juga Meningkat

Dalam rapat terbatas tersebut, Mentan juga menyampaikan bahwa nilai tukar petani (NTP) menunjukkan tren yang semakin positif.

Pada Mei 2025, NTP mencapai angka 121, meningkat dari angka 116 pada bulan yang sama tahun lalu.

Dukungan dari Kementerian Keuangan disebut menjadi faktor utama dalam pencapaian ini, dengan target NTP berada di angka 110.

“Jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu pada bulan yang sama, 116,” kata Mentan.

Peningkatan ini diharapkan menjadi indikator positif terhadap kondisi ekonomi petani di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.

Mentan memastikan bahwa kondisi pangan nasional saat ini aman. Upaya pemerintah dalam meningkatkan stok beras, memperluas distribusi bantuan sosial, serta menjaga stabilitas harga menjadi bagian integral dari kebijakan nasional di bawah arahan Presiden.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending