Ekonomi
Tarif Trump Kena Jepang-Korsel, Harga Emas Dunia Langsung Naik Kelas
Harga emas dunia naik tipis setelah Trump umumkan tarif impor 25% untuk Jepang dan Korea Selatan. Investor beralih ke emas di tengah gejolak pasar.
MPN Indonesia 8 Juli 2025 - Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Senin (7/7) waktu New York atau Selasa (8/7) WIB, menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kebijakan tarif impor sebesar 25 persen terhadap barang-barang dari Jepang dan Korea Selatan.
Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 dan menyasar total 14 negara.
Langkah Trump tersebut memicu gejolak pasar global. Investor pun mulai beralih ke emas sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian.
Di saat indeks dollar AS menguat dan sempat menekan harga emas, permintaan terhadap logam mulia tetap meningkat karena kekhawatiran atas dampak ekonomi dari kebijakan perdagangan tersebut.
“Emas bergerak naik sebagai reaksi terhadap tarif 25 persen Trump terhadap Korea dan Jepang. Sementara itu, pasar saham justru sedikit merosot,” ujar pedagang logam independen Tai Wong, dikutip MPN Indonesia dari Reuters, Selasa (8/7).
Harga Emas Bertahan meski Dolar Menguat
Harga emas di pasar spot sempat turun 1 persen akibat penguatan dollar AS, namun ditutup hanya melemah tipis sebesar 0,1 persen ke level 3.332,62 dollar AS per ons.
Sementara itu, harga emas berjangka di Comex New York Exchange stabil di 3.342,8 dollar AS per ons.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun dollar menguat, minat investor terhadap emas tetap tinggi karena dianggap sebagai instrumen aman dalam situasi geopolitik dan ekonomi yang tidak stabil.
Dampak Tarif Baru Terhadap Perdagangan Global
Tarif 25 persen yang diterapkan AS terhadap Jepang dan Korea Selatan merupakan bagian dari kebijakan baru yang menyasar 14 negara.
Selain dua negara Asia Timur tersebut, negara lain yang terdampak termasuk Indonesia, Malaysia, Kazakhstan, Afrika Selatan, Laos, Myanmar, Bosnia dan Herzegovina, Tunisia, Bangladesh, Serbia, Kamboja, dan Thailand.
Trump juga mengimbau negara-negara tersebut untuk tidak melakukan pembalasan atas kebijakan tarif yang diberlakukan.
Langkah ini dinilai meningkatkan kembali tensi perang dagang dan berpotensi mengganggu arus perdagangan internasional.
Setelah pengumuman tersebut, indeks saham utama di Wall Street dilaporkan melemah, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan dagang AS dan dampaknya terhadap perekonomian global.
Fokus Pasar Beralih ke Kebijakan The Fed dan China
Selain menunggu perkembangan lanjutan soal tarif, pelaku pasar kini juga mencermati risalah rapat kebijakan terbaru Federal Reserve dan pernyataan dari para pejabat bank sentral AS.
Arah suku bunga menjadi faktor penting yang memengaruhi harga emas, mengingat kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik emas dibanding instrumen lain seperti obligasi.
Sementara itu, Bank Sentral China (PBoC) kembali menambah cadangan emasnya pada Juni 2025.
Ini menjadi bulan kedelapan berturut-turut penambahan emas, sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan pada dollar AS.
“PBoC khususnya telah mendiversifikasi cadangan devisa secara substansial, peningkatan ketidakpastian dan risiko geopolitik dapat mempercepat prosesnya,” pungkas analis OANDA, Zain Vawda.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
