Berita
Founder Patrion Sampaikan Gagasan Utama Pembentukan Patrion Movement
Founder Patrion, Ichsan Ashadi, sebut gerakan ini hadir untuk selamatkan karakter bangsa di tengah gempuran konten global.
MPN Indonesia 13 Juni 2025 - Founder Patrion, Ichsan Ashadi, mengungkapkan bahwa gagasan utama pembentukan gerakan kreatif ini berakar pada keprihatinan terhadap memudarnya karakter anak bangsa di tengah gempuran konten digital global.
Dalam peluncuran perdana gerakan Patrion di Jakarta Selatan pada Rabu (11/6), Ichsan menegaskan bahwa banyak generasi muda kini kehilangan jati diri bangsa akibat masifnya arus media sosial yang tidak selalu mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Indonesia.
“Kita ingin benar-benar menyelamatkan karakter anak bangsa Indonesia yang mulai redup dan memperkuat persatuan-kesatuan dengan cara kami, lewat media entertainment. Kami ingin menyisipkan pesan-pesan kuat tentang nilai budaya kita yang telah memudar, seperti gotong royong dan saling menghormati,” ujar Ichsan, dikutip MPN Indonesia di lokasi.
Ichsan juga menambahkan bahwa Patrion bukan sekadar tren kreatif, melainkan sebuah upaya membangun kembali fondasi karakter bangsa melalui jalur hiburan yang edukatif.
“Sebelum karakter bangsa ini hilang, Patrion hadir untuk membangun Indonesia melalui jalur entertainment yang mengedukasi,” katanya.
Peluncuran Perdana Patrion
Gerakan Patrion resmi diluncurkan pada Rabu (11/6) sore di D’Maritime Cafe, Jakarta Selatan.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh lintas bidang, termasuk pejabat negara, seniman, akademisi, dan perwakilan kementerian.
Dalam peluncurannya, gerakan ini memperkenalkan pahlawan-pahlawan fiksi yang merepresentasikan nilai-nilai luhur budaya Indonesia.
Acara ini juga menampilkan berbagai pertunjukan seni, seperti musik oleh Rishyloco, penayangan video animasi karya Patrion , serta pertunjukan tari.
Melalui berbagai karya tersebut, Patrion bertujuan menjadi sarana penguatan karakter dan identitas nasional.
Dukungan Pemerintah dan Tokoh Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Hariqo Wibawa, Juru Bicara Kantor Kepresidenan, menyampaikan pesan dari Presiden mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Ada beberapa pesan kunci yang disampaikan oleh Pak Prabowo sebagai presiden kita. Yang pertama pentingnya kita menjaga persatuan dan kesatuan… Presiden Prabowo menempatkan kesetiaan terhadap bangsa dan negara jauh sekali di atas kesetiaan terhadap dirinya secara pribadi,” ujar Hariqo.
Inisiatif ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Selliane Halia Ishak, Direktur Periklanan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan,
“Selamat atas peluncuran gerakan Patrion. Ini adalah inisiatif karya anak bangsa di bidang budaya dan industri kreatif… Kami dari Kemenparekraf siap mendukung, terutama dalam penguatan ekosistem kekayaan intelektual dan talenta SDM.”
Selain itu, Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, Raden Heru Rusyamsi Arianatareja, menegaskan pentingnya pelestarian budaya Nusantara.
“Budaya Nusantara yang meliputi beragam seni, tradisi, dan kearifan lokal adalah identitas bangsa kita… Keberagaman budaya ini harus kita jaga dan lestarikan bukan sebagai pembatas, melainkan sebagai perekat persatuan dan kesatuan,” jelasnya.
Membangun Identitas Lewat Media Hiburan
Founder Patrion , Ichsan, menilai bahwa media hiburan merupakan sarana strategis untuk menanamkan kembali nilai-nilai karakter bangsa.
Pemilihan media ini bertujuan agar pesan budaya dapat diterima dengan lebih mudah dan dekat dengan keseharian masyarakat.
Dengan memanfaatkan kekuatan visual animasi, Patrion menghadirkan pahlawan fiksi sebagai media edukasi yang menghibur.
Menurut Hariqo Wibawa, di era digital yang penuh disinformasi, kehadiran konten kreatif seperti ini sangat penting.
“Kehadiran Patrion ini kita berharap bisa memberikan setidaknya tiga hal: bisa menghibur, mendidik masyarakat, dan dari konten-konten yang dilahirkan mudah-mudahan bisa mendorong kebaikan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Guru Gembul menyoroti pentingnya membangun rasa percaya diri atas identitas bangsa.
“Masalah utama terbesar kita itu sebenarnya bukan ada pada budayanya tetapi ada pada inferioritas masyarakat kita terhadap identitas bangsa… Kita baru merasa bahwa sesuatu bisa laku, bisa dijual kalau merek dagangnya itu asing,” ujarnya.
Harapan Patrion
Dengan kehadiran Patrion , diharapkan karakter-karakter pahlawan lokal dapat menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia.
Laksamana Muda TNI Julius Widjojo memberikan pandangan bahwa media populer seperti superhero dapat digunakan sebagai alat indoktrinasi positif.
“Kalau kita melihat bagaimana Amerika melakukan indoktrinasi terhadap bangsanya, mereka menciptakan superhero… Sementara di kita, manusia-manusia super, ilmu-ilmu kebudayaan itu sudah ada, tapi makin hari makin punah karena unsur-unsur asing yang merubah itu,” ungkap Julius.
Sebagai penutup, politikus Sarjan Tahir menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Ini aset kita. Banyak yang bisa dilakukan. Ajak kerja sama semua dan ceritakan mainan-mainan ini, cerita-cerita ini… Saya berdoa semoga Patrion menjadi organisasi yang bisa membangkitkan kembali nilai-nilai luhur sejarah, budaya, dan ekonomi kita,” tuturnya.
Dengan langkah awal ini, Patrion optimis dapat menjadi pelopor dalam upaya memperkuat identitas bangsa melalui media kreatif, serta berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing global.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
