Connect with us

Berita

Hadiri Acara Bedah Buku di Tokyo, SBY Serukan Lawan Perusak Konstitusi

SBY menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi dan melawan segala bentuk pelanggaran konstitusi.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 10t120403.526
SBY Serukan Lawan Perusak Konstitusi | Gambar: IG/@presidenyudhoyonoalbum

MPN Indonesia 10 Maret 2025 - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi dan melawan segala bentuk pelanggaran konstitusi.

Pernyataan ini disampaikannya dalam acara bedah buku Standing Firm for Indonesia’s Democracy yang berlangsung di KBRI Tokyo, Jepang, pada Jumat (7/3).

Soroti Kemunduran Demokrasi

Dalam kesempatan tersebut, SBY menyoroti fenomena kemunduran demokrasi yang tengah terjadi secara global.

Ia menyatakan bahwa negara-negara besar yang sering mengklaim diri sebagai pejuang demokrasi (champions of democracy) juga tidak kebal terhadap kemunduran sistem mereka.

“Negara-negara besar yang konon dianggap sebagai champions of democracy, negara-negara yang lecturing us, menguliahi kita, dalam kenyataannya negara-negara itu tidak imun dari kemunduran-kemunduran dalam demokrasi mereka,” ujar SBY dikutip MPN Indonesia dari Antara. 

Seruan untuk Menjaga Konstitusi

Dalam pidatonya, SBY menegaskan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga demokrasi dan konstitusi dari segala bentuk ancaman.

Ia menyerukan agar masyarakat terus memperjuangkan prinsip demokrasi dan menolak segala tindakan yang berpotensi merusak sistem bernegara.

“Kalau kita bicara demokrasi kita, mari kita jaga, fight for democracy, fight against segala sesuatu yang merusak demokrasi, yang merusak konstitusi, yang merusak kerangka bernegara, yang merusak adanya checks and balances,” tegasnya.

Ia juga berbagi pengalaman pribadinya sejak masa muda sebagai prajurit TNI yang telah menghargai kebebasan berekspresi sebagai bagian dari demokrasi.

Menurutnya, kebebasan berbicara adalah hak yang harus dihormati selama digunakan dengan tepat.

“Waktu saya masih sangat muda, we love democracy. Kalau yang disampaikan mahasiswa itu ekspresi dari freedom of speech, mengapa kita menjadi gusar?” ujarnya.

Baca Juga:  Profil Satyawan Pudyatmoko, Kepala BPGMN yang Baru Dilantik Prabowo

Hubungan SBY dengan Pemerintahan saat Ini

Sebagai mantan presiden, SBY menekankan perannya dalam mendukung pemerintahan yang berkuasa.

Ia menyatakan bahwa sebagai mantan pemimpin, ia memiliki tanggung jawab untuk mendukung pemimpin yang menggantikannya, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

“Sebagai orang tua, sebagai former leader, tentu saya wajib mendukung pemimpin-pemimpin setelah saya, termasuk sekarang Presiden Prabowo. I should be part of the solution, I should be part of progress,” ungkapnya.

SBY mengungkapkan bahwa ia terus berkomunikasi dengan Prabowo, terutama dalam menghadapi tantangan yang ada saat ini.

Ia juga menyarankan agar Prabowo meningkatkan komunikasi dengan pihak-pihak yang mengkritik kebijakan pemerintah.

“Saya sudah sampaikan kepada Presiden Prabowo beberapa saat yang lalu pentingnya meningkatkan komunikasi yang genuine antara istana dengan mereka yang menyampaikan kritiknya, dan Pak Prabowo mengatakan, ‘Kami terus meningkatkan kualitas komunikasi’,” jelasnya.

SBY optimistis bahwa Prabowo dapat mengatasi berbagai tantangan dengan sumber daya politik dan ekonomi yang dimiliki Indonesia saat ini.

Dihadiri Akademisi Jepang dan Mahasiwa Indonesia

Acara bedah buku Standing Firm for Indonesia’s Democracy yang digelar di Tokyo ini turut dihadiri oleh mahasiswa Indonesia dan akademisi Jepang.

Buku ini membahas perjalanan demokrasi Indonesia dan peran SBY dalam menjaga sistem pemerintahan yang berlandaskan demokrasi.

Wahyu Prasetiawan, salah satu editor buku tersebut, menjelaskan bahwa judul buku dipilih untuk mencerminkan bagaimana SBY menjaga demokrasi di Indonesia selama masa kepemimpinannya.

“Yang paling menonjol adalah bagaimana SBY menjaga demokrasi di Indonesia. Sebagai presiden dengan kekuasaan yang begitu tinggi, sebetulnya Pak SBY bisa melakukan hal sebaliknya, tapi itu tidak dilakukan,” ungkap Wahyu.

(AKM/NID/RAD)

Trending