Berita
Pernyataan Ahmad Dhani soal Naturalisasi, Cermin Langgengnya Seksisme & Misogini di Kalangan Pejabat
Ahmad Dhani tuai kecaman usai menyampaikan usulan yang seksisme di rapat DPR RI.
MPN Indonesia 10 Maret 2025 - Anggota Komisi X DPR RI sekaligus musisi Tanah Air Ahmad Dhani tuai kecaman usai menyampaikan usulan soal naturalisasi pemain sepak bola Timnas Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Ahmad Dhani dalam rapat kerja Komisi X DPR dengan Menteri Pemuda Olahraga (Menpora), Rabu (5/3).
Dalam pernyataannya, suami Mulan Jameela itu dinilai rasis hingga melecehkan martabat perempuan.
“Kita harus kurangi pemain bule, rambut pirang, mata biru. Kalau bisa dicari yang rasnya mirip dengan kita, entah dari Korea, Afrika, enggak masalah,” ungkap Ahmad Dhani, dikutip MPN Indonesia dari siaran langsung YouTube TVR Parlemen.
“Yang penting kulitnya masih sama kayak kita. Kalau bule diliatnya gimana gitu,” imbuhnya.
Seksisme Pernyataan Ahmad Dhani
Selain isu rasial, Ahmad Dhani juga melontarkan pernyataan seksisme yang sama sekali tak berkaitan dengan isu yang sedang dibahas dalam rapat kerja tersebut.
Ia mengusulkan pada Ketua PSSI, Erick Thohir agar naturalisasi tak hanya dilakukan dengan merekrut pemain luar negeri, melainkan menikahkan pemain asing yang lebih tua dengan perempuan Indonesia.
Menurutnya, hal itu bertujuan agar si perempuan bisa menghasilkan keturunan yang kelak bisa dibina jadi pemain Timnas Indonesia.
“Naturalisasi tidak harus pemain yang masih aktif, bisa juga pemain bola yang usianya di atas 40 tahun, lalu kita jodohkan dengan perempuan Indonesia, anaknya nanti yang kita harapkan jadi pemain bola,” ujar Ahmad Dhani.
Tak berhenti di situ, ayah Al Ghazali ini juga menyinggung soal poligami. Ia mengatakan usulannya hanya berlaku untuk pesepak bola asing laki-laki karena bisa beristri empat.
“Laki-laki kalau muslim kan bisa sampai empat istrinya pak. Mungkin dari Arab, Aljazair, Maroko, banyak pemain bagus yang udah tua kita naturalisasi, carikan istri di sini (Indonesia),” ujar Ahmad Dhani.
“Ini untuk ke depannya, jadi kan anaknya lahir di Indonesia lalu kita bina pasti bisa juga jadi pemain sepak bola yang bagus,” imbuhnya.
Maraknya Pola Pikir Objektifikasi Perempuan di Ruang Politik
Pernyataan kontroversial Ahmad Dhani ini pun langsung menimbulkan kecaman dari berbagai pihak, terutama para aktivis perempuan.
Salah satunya adalah Aktivis dan Pendidik Hak Kesehatan Seksual & Reproduksi (HKSR), Syifana Ayu Maulida.
Perempuan yang akrab disapa SAM ini mengatakan bahwa pernyataan Ahmad Dhani adalah opini absurd, mencerminkan logika misogini yang melecehkan perempuan.
Misogini sendiri adalah bentuk kebencian terhadap perempuan, hanya karena ia adalah perempuan. Istilah ini muncul bersamaan dengan patriarki, yaitu sekitar 3-5 ribu tahun lalu.
Ahmad Dhani memandang perempuan hanya sebagai alat reproduksi untuk melahirkan “bibit unggul” dalam dunia sepak bola Tanah Air.
“Dia juga bawa-bawa poligami seolah-olah perempuan bisa dibagi-bagi seenaknya demi tujuan tertentu. Ini bukan cuma soal komentar nyeleneh, tapi juga mencerminkan betapa normalnya cara pikir objektifikasi perempuan di ruang politik kita,” ujar SAM kepada MPN Indonesia saat dihubungi lewat aplikasi perpesanan, Minggu (9/3).
Logika Misogini terhadap Perempuan yang Dilanggengkan
SAM juga menegaskan bahwa pernyataan Ahmad Dhani tersebut mencerminkan toxic-nya ruang politik Indonesia.
Padahal, semestinya, para pejabat ini lah yang harus lebih aware terhadap isu kesejahteraan perempuan karena mereka lah yang memiliki kuasa untuk melindungi hak-hak perempuan.
“Kalau sampai ada anggota DPR bisa ngomong kayak gitu di forum resmi tanpa ada yang interupsi, artinya ruang politik kita masih sangat toxic dan permisif terhadap misogini,” ujar SAM.
“Ini juga menunjukkan betapa minimnya kesadaran gender di kalangan pejabat, padahal mereka yang punya kuasa buat bikin kebijakan yang seharusnya melindungi hak perempuan, bukan malah mengobjektifikasi mereka,” imbuhnya.
Dear Pejabat, Stop Normalisasi Misogini di Ruang Politik
Dalam pernyataannya, SAM meminta para pemangku kebijakan agar berhenti menormalisasi logika misogini di ruang-ruang politik.
Ia menekankan, perempuan bukanlah komoditas yang bisa diatur-atur demi kepentingan tertentu.
Oleh sebab itu, pola pikir seksisme seperti Ahmad Dhani harus dikritisi keras agar pandangan seperti itu tidak terus berakar hingga merugikan perempuan.
“Kalau masih ada pejabat yang berpikir seperti ini, kita harus kritis dan bersuara keras. Jangan sampai pandangan seksis ini terus berakar dan merembet ke kebijakan yang merugikan perempuan,” tegas SAM.
SAM juga mengingatkan masyarakat agar lebih sadar akan isu-isu seperti ini. Pasalnya, permasalahan seperti ini tak bisa dianggap sepele.
“Isu kayak gini bukan sekadar omongan ‘lucu-lucuan’ atau ‘pendapat pribadi’. Ini cerminan masalah yang lebih besar: bahwa perempuan masih terus dipandang sebelah mata di level kebijakan,” ujar SAM.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
