Connect with us

Berita

Hilang Selama 19 Tahun, TKW Asal Batang Akhirnya Ditemukan Hidup Sendiri di Hutan Malaysia

TKW asal Batang, Jawa Tengah, Ribut Uripah (56) akhirnya ditemukan setelah 19 tahun dinyatakan hilang.

Arthur

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 08t114227.470
TKW Asal Batang Akhirnya Ditemukan Hidup Sendiri di Hutan Malaysia | Gambar: IG/@yoyok_riyo

Jawa Tengah, MPN Indonesia 8 Maret 2025 - Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Batang, Jawa Tengah, Ribut Uripah (56) akhirnya ditemukan setelah 19 tahun dinyatakan hilang.

Ribut ditemukan setelah video dirinya tinggal sendiri di hutan Malaysia beredar luas di media sosial.

Video tersebut diunggah di akun TikTok @bansos.pmi.omtris. Dalam video itu, Ribut terlihat hidup seorang diri di hutan Malaysia.

Berangkat ke Malaysia pada 2006

Ribut Uripah diketahui berangkat ke Malaysia pada 2006 untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Saat itu, ia meninggalkan seorang anak berusia empat tahun dan masih memiliki suami, yang kini keberadaannya tidak diketahui oleh keluarga.

Di tahun pertama bekerja, Ribut masih rutin berkirim surat dan uang untuk anaknya.

Namun, setelah itu, kontak terputus, membuat keluarganya cemas dan berusaha mencarinya, termasuk mendatangi kantor penyalur tenaga kerja.

Sayangnya, kantor tersebut telah tutup, dan berbagai upaya pencarian lainnya juga tidak membuahkan hasil.

Lama-kelamaan, pihak keluarga hanya bisa pasrah, bahkan menganggap Ribut sudah tidak ada.

“Kami bingung, mau usaha apalagi. Makanya kita berdoa terbaik. Tiap Kamis-Jumat kita kirim doa. Kami kira sudah tidak ada,” ujar kakak ipar Ribut, Misni, dikutip MPN Indonesia dari Detik. 

Anggota Komisi I DPR RI Turun Tangan

Setelah video itu viral, berbagai pihak turun tangan, termasuk mantan Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo yang kini menjabat sebagai anggota Komisi I DPR RI.

Yoyok segera melakukan pelacakan dan berkomunikasi dengan seorang aktivis asal Medan bernama Mas Kris, yang sering membantu pekerja migran terlantar di Malaysia.

Baca Juga:  Tak Terima Kalah, Ofisial Tim Silat Malaysia Serang Wasit dan Juri SEA Games 2025

Dari hasil pencarian, Ribut akhirnya ditemukan oleh warga Batang yang bekerja di Malaysia. Namun, awalnya ia menolak dievakuasi.

“Alhamdulillah akhirnya bisa ditemukan. Kondisi ibu itu memang takut ketemu orang asing,” ujar Yoyok.

Untuk meyakinkan Ribut agar mau dievakuasi, Yoyok melakukan video call dengannya dan menggunakan dialek lokal agar Ribut merasa lebih nyaman.

“Sampean nengkono kenapa njulah. Bali bae nju saiki. Neng Bawang wis ana sepur (Kamu di situ ngapain, mbakyu. Pulang yuk sekarang. Di Bawang sudah ada kereta),” ujar Yoyok.

Dibawa ke Penampungan KBRI

Setelah pendekatan ini, Ribut akhirnya mau dibawa ke penampungan KBRI di Malaysia.

Saat ini, pemerintah sedang mengurus proses pemulangan Ribut ke Indonesia, yang diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari satu minggu karena adanya prosedur administratif.

“Pemerintah hadir, sudah ditanggung, difasilitasi. Nanti saya jemput di Bandara Soekarno-Hatta pada waktunya nanti,” kata Yoyok.

(AKM/NID/RAD)

Trending