Connect with us

Internasional

Tak Terima Kalah, Ofisial Tim Silat Malaysia Serang Wasit dan Juri SEA Games 2025

Insiden penyerangan wasit terjadi usai laga pencak silat putri SEA Games 2025 di Bangkok. Tim Malaysia melayangkan protes atas keputusan juri.

Logompn

Published

on

Tak terima kalah, ofisial tim silat malaysia serang wasit dan juri sea games 2025
Tak Terima Kalah, Ofisial Tim Silat Malaysia Serang Wasit dan Juri SEA Games 2025. Gambar : Tangkapan Layar X/@ThaiEnquirer

MPN Indonesia 18 Desember 2025 - Insiden penyerangan terhadap wasit dan juri terjadi usai pertandingan pencak silat putri antara Nor Farah Mazlan dari Malaysia melawan Chongthima Rueanthong asal Thailand dalam SEA Games 2025.

Laga kelas B (50-55 kg) yang digelar di Hall 4 Impact Arena, Bangkok, Senin (15/12), berakhir ricuh setelah keputusan juri memicu protes keras dari tim Malaysia.

Pertandingan tersebut berakhir imbang dengan skor 60-60.

Namun, juri menetapkan Chongthima sebagai pemenang karena Nor Farah dinilai melakukan lebih banyak pelanggaran.

Kericuhan Usai Keputusan Juri

Keputusan tersebut langsung memicu ketegangan. Protes verbal dari tim Malaysia berkembang menjadi insiden fisik.

Seorang pelatih Malaysia dilaporkan menyerang wasit asal Filipina, sementara seorang ofisial wanita dari tim Malaysia terekam menyerang petugas pertandingan hingga terjatuh.

Situasi memanas dan memaksa aparat keamanan serta kepolisian turun tangan untuk mengendalikan keadaan.

Ketua Komite Olimpiade Filipina, Bambol Tolentino, membenarkan adanya dugaan penyerangan terhadap wasit dalam pertandingan tersebut.

“Seorang juri Filipina dalam cabang olahraga pencak silat di SEA Games 2025 diserang oleh seorang pelatih Malaysia, tetapi sekarang sudah aman,” ujar Tolentino, dikutip dari MalayMail pada Kamis (18/12).

Pihak Malaysia diketahui telah mengajukan protes resmi kepada panitia SEA Games, sementara proses penyelidikan teknis masih berlangsung.

Protes Tim Malaysia atas Penilaian

Manajer Tim Nasional Pencak Silat Malaysia, Bibi Aishah Golbal Shah, menyatakan bahwa kericuhan dipicu oleh penilaian juri yang dinilai tidak adil.

“Insiden Farah disebabkan oleh permainan juri. Sebagian besar orang di aula mengatakan Farah menang, tetapi juri tidak memberikan poin apa pun kepada Farah,” jelasnya.

Baca Juga:  Ketegangan Memuncak, Thailand Luncurkan Serangan Udara ke Wilayah Kamboja

Ia menambahkan, “Jika kita melihat video (pertarungan), jelas bahwa juri tidak memberikan poin dan memihak Thailand.”

Bibi Aishah juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak sempat mengajukan protes resmi karena batas waktu telah terlewati.

“Protes tidak bisa dilakukan karena waktunya sudah habis. Seharusnya saya mengirimkan protes 10 menit setelah mengambil formulir protes,” ungkapnya.

Terkait aksi ofisial Malaysia, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan dimaksudkan sebagai penyerangan.

“Insiden perkelahian itu bukan berarti kami mencoba menyerang (para juri), tetapi kami hanya ingin memberi mereka peringatan. Hari ini, penilaian tampak lebih baik,” kata Bibi Aishah.

Respons Penyelenggara dan Pihak Terkait

Presiden Asosiasi Pencak Silat Filipina, Princess Kiram, menanggapi insiden ini dengan menekankan pentingnya menjaga sportivitas dalam kompetisi internasional.

“Pertarungan tetap di atas matras. Ego dan frustrasi tidak boleh pernah berubah menjadi kekerasan terhadap siapa pun, ofisial, staf, maupun peserta,” tulisnya dalam pernyataan resmi pada Selasa (16/12).

Ia menambahkan, “Ingat, kita mewakili bendera negara.”

Sementara itu, seorang staf SEA Games di Bangkok yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa pernyataan lebih lanjut akan disampaikan setelah penyelidikan teknis rampung.

SEA Games 2025 berlangsung di Bangkok, Thailand, sejak (9/12) hingga (20/12), dan diikuti ribuan atlet dari negara-negara Asia Tenggara.

Ajang ini mempertandingkan berbagai cabang olahraga, termasuk pencak silat dan sepak takraw.

Hingga kini, Thailand memimpin klasemen medali sementara, diikuti Indonesia dan Vietnam.

(ADN/NID/RAD)

Trending