Connect with us

Politik

Bupati Klaten Hamenang Kena OTT KPK, Tong Biru Diduga Tempat Simpan Uang Ikut Disita

OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, KPK menyita uang Rp1,9 miliar dan tong biru.

Actress 1299250

Published

on

Bupati Klaten Hamenang Kena OTT KPK, Tong Biru Diduga Tempat Simpan Uang Ikut Disita
Bupati Klaten Hamenang Kena OTT KPK, Tong Biru Diduga Tempat Simpan Uang Ikut Disita. Gambar: MPN Indonesia/BDR

Jawa Tengah, MPN Indonesia 16 Oktober 2026 - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (15/10).

Dalam operasi terkait dugaan suap dan kasus korupsi tersebut, KPK mengamankan sejumlah pihak serta menyita uang tunai Rp1,9 miliar.

Penyidik juga mengamankan tong biru yang diduga digunakan untuk menyimpan uang tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan fungsi tong yang turut diamankan penyidik dalam operasi tersebut.

“Ember atau tong tersebut diduga yang digunakan Bupati untuk menampung atau untuk menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (16/10).

Bupati Klaten dan Sembilan Orang Dibawa ke Gedung KPK

Penyidik KPK membawa sembilan orang dari Klaten ke Gedung Merah Putih KPK pada Jumat (16/10) pagi.

Rombongan tiba sekitar pukul 07.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sembilan orang tersebut termasuk Hamenang dan Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah. Sementara itu, satu orang lainnya diamankan di Jakarta.

Sebanyak 10 dari 19 orang yang diamankan menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.

Sebelumnya, para pihak yang terjaring OTT diperiksa di Polres Klaten.

“Para pihak yang diamankan di Klaten saat ini masih dilakukan permintaan keterangan di Polres Klaten. Salah satunya adalah Bupati Klaten,” terang Budi.

OTT KPK di Klaten Terkait Lima Klaster Dugaan Korupsi

KPK mengungkapkan bahwa kasus korupsi yang ditangani mencakup lima klaster dugaan penerimaan dan pemberian uang.

Baca Juga:  Selain Gelapkan 29 Mobil Rental, Pria di Kendal Juga Tipu Istri, Emas dan Motor Hilang

Dugaan tersebut berkaitan dengan sejumlah kegiatan pemerintahan daerah dan pemeriksaan keuangan.

Lima klaster yang disebutkan KPK meliputi:

  • Dugaan penerimaan uang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten.
  • Dugaan penerimaan terkait pengadaan barang dan jasa.
  • Dugaan penerimaan terkait perizinan.
  • Dugaan penerimaan terkait upah pungut dan penerimaan lainnya.
  • Dugaan pemberian uang kepada oknum BPK terkait pemeriksaan atau audit keuangan daerah.

Budi sebelumnya menjelaskan dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara yang berkaitan dengan kegiatan pemerintahan daerah.

“Perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara, berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari OPD,” kata Budi.

Selain dugaan penerimaan tersebut, penyidik mendalami pemberian uang kepada oknum BPK.

Dugaan pemberian itu berkaitan dengan proses pemeriksaan atau audit keuangan daerah.

KPK Segera Tetapkan Tersangka

KPK telah menaikkan penanganan perkara ke tahap penyidikan setelah melakukan gelar perkara pada Kamis (15/10) malam.

KPK juga telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

Namun, KPK belum mengumumkan secara terperinci identitas para tersangka saat memberikan keterangan pada Jumat (16/10) pagi.

Pengumuman dijadwalkan melalui konferensi pers pada sore hari.

“Untuk pihak-pihak yang kemudian ditetapkan untuk bertanggung jawab atau ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, kami akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers rencana sore ini,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (16/10).

(AKM/NID/RAD)

Trending