Connect with us

Berita

Hujan Deras Guyur Jakarta, Sejumlah Pintu Air Tunjukkan Status Siaga Banjir

Hujan deras sebabkan kenaikan TMA di Jakarta. Sejumlah pintu air siaga banjir, Dinas SDA imbau warga waspada dan pantau info resmi.

Logompn

Published

on

Hujan deras guyur jakarta, sejumlah pintu air tunjukkan status siaga banjir
Hujan Deras Guyur Jakarta, Sejumlah Pintu Air Tunjukkan Status Siaga Banjir. Gambar : Kompas/Kristianto Purnomo

MPN Indonesia 7 April 2025 - Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak malam hingga pagi hari menyebabkan peningkatan tinggi muka air (TMA) di berbagai pintu air.

Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta hingga pukul 10.00 WIB, sejumlah titik menunjukkan variasi status kewaspadaan banjir, dengan beberapa lokasi mencapai tingkat Siaga I.

Kenaikan TMA di Beberapa Titik

Data resmi dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menunjukkan bahwa peningkatan TMA terjadi di sejumlah pintu air akibat hujan yang berlangsung sejak dini hari.

Peningkatan tertinggi tercatat di Pos Angke Hulu, dengan TMA mencapai 355 cm pada pukul 02.00 WIB.

Angka ini masuk kategori Siaga I yang ditandai dengan indikator warna merah. Lokasi tersebut menjadi perhatian khusus karena berpotensi menyebabkan banjir di wilayah hilir Sungai Angke.

Sementara itu, Pintu Air Katulampa mencatat ketinggian air stabil di kisaran 20–30 cm sepanjang periode pemantauan.

Meskipun terjadi sedikit kenaikan, status di titik ini tetap berada di level aman atau Siaga III, dengan kondisi cuaca yang relatif cerah.

Status Bervariasi di Wilayah Lain

Fluktuasi TMA juga terpantau di Pos Depok, dengan ketinggian air antara 100–125 cm selama pemantauan.

Titik ini berada pada level Siaga III dengan kondisi cuaca bervariasi antara mendung tipis hingga mendung.

Pintu Air Manggarai dan Pintu Air Karet mencatat angka yang lebih tinggi dibandingkan titik lain.

TMA di Manggarai berkisar antara 670–710 cm, sedangkan Pintu Air Karet mencatat antara 390–420 cm.

Baca Juga:  Spesial HUT RI ke-80: Ongkos MRT, LRT, KRL, dan Transjakarta Cuma Rp80!

Meski demikian, keduanya masih berada dalam status Siaga II hingga Siaga III, tanpa lonjakan signifikan yang mengindikasikan peningkatan risiko langsung.

Pos Krukut Hulu dan Pos Pesanggrahan juga menunjukkan pergerakan TMA dalam batas aman.

Krukut Hulu mencatat peningkatan dari 90 cm menjadi 190 cm, sedangkan Pesanggrahan stabil di kisaran 80–170 cm, dengan mayoritas waktu tetap dalam status Siaga II atau III.

Kondisi di Pesisir dan Kanal Pendukung

Waduk Pluit memperlihatkan data yang menunjukkan permukaan air lebih rendah dari laut, dengan angka TMA berkisar -175 hingga -155 cm.

Meskipun terlihat negatif, perubahan signifikan tidak terdeteksi selama periode pemantauan, menandakan status aman.

Di sisi pesisir, Pos Pasar Ikan-Laut dan Pos Sunter Hulu menunjukkan TMA di kisaran 140–220 cm, keduanya dalam status Siaga II.

Meski belum mencapai Siaga I, masyarakat di sekitar kawasan tersebut diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan genangan air apabila curah hujan kembali meningkat.

Selain itu, Pos Cipinang Hulu dan Pulo Gadung juga menjadi perhatian. Pulo Gadung mencatat angka maksimum 330 cm sepanjang waktu pengamatan, mendekati batas atas Siaga II.

Meskipun masih berada dalam kategori oranye, potensi kenaikan mendadak tetap ada jika hujan deras berlangsung lebih lama.

Imbauan dari Dinas SDA DKI Jakarta

Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan aktif memantau informasi resmi mengenai kondisi tinggi muka air.

Dalam situasi status siaga meningkat ke tingkat tertinggi (Siaga I), warga diminta untuk segera mengambil langkah antisipatif seperti mengamankan barang-barang penting dan mencari informasi mengenai jalur evakuasi terdekat.

Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus dilakukan guna meminimalkan dampak potensi banjir yang dapat terjadi akibat hujan deras.

Baca Juga:  Blind Date Experience Jakarta Gaet Banyak Sponsor dan Media Partner, Ini Daftarnya!

Dengan kondisi cuaca yang belum stabil, kesiagaan masyarakat terhadap informasi dan kondisi lapangan menjadi hal yang krusial.

(AKM/NID/RAD)

Trending