Connect with us

Berita

Indonesia Pinjamkan 2 Komodo ke Jepang untuk Pengembangbiakan, Ditukar Jerapah dan Panda Merah

Komodo Indonesia akan dikirim ke Jepang untuk program pengembangbiakan, sebagai gantinya Jepang akan mengirimkan jerapah dan panda merah ke Indonesia.

Logompn

Published

on

Indonesia Pinjamkan 2 Komodo ke Jepang untuk Pengembangbiakan, Ditukar Jerapah dan Panda Merah
Komodo di Indonesia. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 1 April 2026 - Indonesia akan meminjamkan sepasang komodo ke Jepang dalam program konservasi satwa langka.

Kesepakatan ini dilakukan antara Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Pemerintah Prefektur Shizuoka, Jepang.

Kedua komodo akan dikirim pada Juni mendatang untuk tujuan pengembangbiakan (breeding loan), dan sebagai timbal baliknya, Jepang akan mengirimkan jerapah dan panda merah ke Indonesia.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan pada Sabtu (28/3) oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, dan Gubernur Prefektur Shizuoka, Yasutomo Suzuki.

Program ini bertujuan memperkuat konservasi satwa langka yang terancam punah serta menjadi bagian dari penguatan diplomasi dan hubungan internasional kedua negara.

Lokasi tujuan pengiriman komodo adalah iZoo di Shizuoka, sementara satwa balasan dari Jepang akan ditempatkan di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

“Kerja sama ini bukan sekadar pertukaran satwa, melainkan bagian dari diplomasi hijau (green diplomacy), komitmen jangka panjang Indonesia dalam menjaga warisan biodiversitas dunia,” ujar Raja Antoni dalam keterangannya.

Fokus Konservasi dan Edukasi

Program ini difokuskan untuk mendukung konservasi komodo (Varanus komodoensis), yang saat ini berstatus terancam punah menurut IUCN.

Sepasang komodo, jantan dan betina, akan dipinjamkan secara resmi dan diharapkan dapat berkembang biak di fasilitas penangkaran Jepang.

Kementerian Kehutanan menyatakan bahwa tujuan utama kerja sama ini adalah perlindungan jangka panjang serta peningkatan kesadaran publik akan pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati.

“Pertukaran satwa ini akan meningkatkan kontribusi kedua belah pihak terhadap perlindungan dan konservasi satwa liar, sekaligus meningkatkan kesadaran publik tentang keanekaragaman hayati,” ungkapnya.

Secara teknis, pelaksanaan program ini akan dilakukan berdasarkan perjanjian implementasi business to business (B2B) antara Kebun Binatang Surabaya dan iZoo Jepang.

Baca Juga:  Seniman 'Polkadot', Yayoi Kusama Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun

Pengaturan teknis seperti pemeliharaan, transportasi, dan pengawasan satwa dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan peraturan nasional serta standar kesejahteraan satwa internasional, termasuk CITES.

Bagian dari Hubungan Bilateral dan Diplomasi Hijau

Kerja sama ini berlangsung bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang.

Dalam kunjungan tersebut, presiden bertemu Kaisar Naruhito dan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, sebagai bagian dari penguatan hubungan internasional Indonesia–Jepang.

Penandatanganan MoU menjadi bagian dari agenda resmi tersebut dan menandai kontribusi kedua negara dalam pelestarian satwa global.

“Melalui kemitraan ini, Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya dalam kepemimpinan global di bidang konservasi keanekaragaman hayati, sekaligus memperkuat diplomasi lingkungan sebagai bagian dari kontribusi terhadap keberlanjutan alam di tingkat nasional dan global,” ujar Raja Antoni.

Kritik dan Respons terhadap Program

Meski pemerintah menyatakan program ini mendukung konservasi, organisasi pembela hak hewan, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), mengkritik keras kerja sama ini.

Menurut Presiden PETA Asia, Jason Baker, komodo seharusnya tidak dijadikan alat diplomasi.

“Mengirim hewan-hewan yang sangat cerdas ini ke luar negeri untuk program pembiakan di penangkaran hanya memperkuat mitos berbahaya bahwa konservasi dapat dilakukan di balik tembok kebun binatang. Sementara anak-anak yang lahir di sana akan terpaksa menjalani hidup dalam kurungan seumur hidup,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia melalui Reuters pada Rabu (1/4).

(AKM/NID/RAD)

Trending