Connect with us

Berita

KAI bakal Tutup 11 Perlintasan Liar Tanpa Palang di Sepanjang Jalur Cawang-Tebet

Penutupan perlintasan kereta ilegal di Tebet-Cawang mulai disosialisasikan PT KAI. Warga berharap masih ada akses yang dipertahankan.

Logompn

Published

on

KAI bakal Tutup 11 Perlintasan Liar Tanpa Palang di Sepanjang Jalur Cawang Tebet
KAI bakal Tutup 11 Perlintasan Liar Tanpa Palang di Sepanjang Jalur Cawang-Tebet. Gambar: MPN Indonesia/BDR

MPN Indonesia 13 Mei 2026 - PT KAI bersama Pemerintah Kecamatan Tebet dan aparat kepolisian mulai mensosialisasikan rencana penutupan 11 perlintasan kereta ilegal tanpa palang pintu di sepanjang jalur kereta antara Stasiun Cawang dan Stasiun Tebet, Jakarta Selatan.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api dari risiko kecelakaan di titik-titik perlintasan kereta yang tidak resmi.

Sosialisasi dilakukan melalui survei lapangan serta pemasangan spanduk larangan melintas di sejumlah lokasi.

Wakil Camat Tebet, Bayu Fadayen Gantha, mengatakan hasil survei sementara menemukan 11 titik perlintasan liar di wilayah Kelurahan Tebet Timur menuju Kelurahan Kebon Baru yang akan dievaluasi untuk ditutup atau diperkuat sistem pengamanannya.

“Dari hasil survei tadi ada 11 titik yang kita lihat. Nanti akan kita rapatkan kembali untuk menentukan titik mana yang harus ditutup dan mana yang masih bisa dipertahankan dengan perkuatan pengamanan,” ujar Bayu kepada wartawan, Selasa (12/5).

Prioritaskan Keselamatan Bersama

Petugas meninjau langsung titik-titik yang selama ini digunakan warga untuk menyeberang rel di jalur kereta antara Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang.

Sosialisasi juga dilakukan kepada warga dan penjaga portal setempat guna memberikan pemahaman mengenai risiko melintasi rel tanpa palang pintu.

Bayu menjelaskan, prioritas utama pemerintah saat ini adalah keselamatan pengguna jalan yang melintasi rel secara ilegal.

“Tadi kalau kita survei ada 11 titik, prioritas kita sekarang masih untuk pengguna jalan, tetapi nanti akan kami rapatkan kembali untuk menentukan berapa titik yang akan ditutup,” katanya.

Baca Juga:  Hasil Investigasi Kemenkes soal Dokter Magang Kalibata City, Tak Ada Indikasi Overwork

Ia menambahkan, kegiatan penutupan awal oleh internal PT KAI dijadwalkan mulai Kamis mendatang, sementara penutupan menyeluruh ditargetkan dapat dilaksanakan pada akhir bulan ini.

“Untuk kegiatan survei kali ini kita menargetkan akhir bulan ini sudah bisa dilaksanakan kegiatan penutupan,” ungkapnya.

Bakal Tindak Perlintasan di Tebet-Manggarai

Selain lintasan Tebet-Cawang, penanganan perlintasan kereta liar juga akan diperluas ke jalur Tebet-Manggarai setelah proses penataan di lintas Tebet-Cawang selesai dilakukan.

“Nanti Tebet-Manggarai menyusul. Hari ini kita fokus dulu satu-satu di Tebet-Cawang,” jelas Bayu.

Soroti Jembatan yang Melintasi Saluran PHB

Pemerintah Kecamatan Tebet juga menyoroti keberadaan sejumlah jembatan yang melintasi saluran PHB.

Pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air dan Suku Dinas Bina Marga terkait langkah penanganan.

Kepala Stasiun Tebet Beri Apresiasi

Sementara itu, Kepala Stasiun Tebet M Zul Faroki (Okky) menyampaikan apresiasi atas dukungan kewilayahan dalam survei tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya untuk dukungan dari kewilayahan Kecamatan Tebet dan juga Kapolsek yang mendampingi survei perlintasan liar tadi,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jalur pintas di perlintasan kereta ilegal.

“Melewati perlintasan liar itu sangat berbahaya. Lebih baik sedikit memutar daripada keselamatan menjadi taruhannya,” katanya.

(BDR/NID/RAD)

Trending