Connect with us

Politik

Pramono Anung Berencana Manfaatkan Embung Kebagusan untuk Sumber Air Bersih dan Bisa Dikonsumsi

Pramono Anung berencana memanfaatkan air Embung Kebagusan untuk kebutuhan warga Jakarta Selatan melalui kerja sama Dinas SDA dan PAM Jaya.

Actress 1299250

Published

on

Pramono Anung Berencana Manfaatkan Embung Kebagusan untuk Sumber Air Bersih dan Bisa Dikonsumsi
Pramono Anung Berencana Manfaatkan Embung Kebagusan untuk Sumber Air Bersih dan Bisa Dikonsumsi. Gambar: Instagram/@pramonoanungw

MPN Indonesia 15 Oktober 2026 - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana memanfaatkan air dari Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, untuk kebutuhan warga.

Rencana tersebut disampaikan saat meninjau lokasi pada Selasa (13/10).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menjajaki kerja sama antara Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan PAM Jaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan air yang ditampung agar dapat digunakan masyarakat.

Pramono berharap keberadaan embung tersebut dapat mengurangi risiko banjir, khususnya di wilayah Jakarta Selatan.

“Harapannya, embung ini akan mereduksi banjir khususnya di Jakarta Selatan. Pada musim kemarau, embung ini juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik,” tulis Pramono dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @pramonoanungw, Kamis (15/10).

Pramono Anung Siapkan Kerja Sama Pemanfaatan Air Embung Kebagusan

Pemprov DKI Jakarta berencana melibatkan PAM Jaya dalam pengelolaan air yang tertampung di Embung Kebagusan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari rencana pemanfaatan infrastruktur pengendalian banjir untuk memenuhi kebutuhan air warga.

Meski demikian, pemerintah daerah belum menetapkan tarif penggunaan air tersebut.

Dinas SDA dan PAM Jaya akan melakukan perhitungan sebelum menentukan biaya yang dikenakan kepada masyarakat.

“Nantinya PAM Jaya yang akan menghitung berapa tarif dan sebagainya,” jelasnya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan air warga, Embung Kebagusan juga dibangun sebagai infrastruktur pengendalian banjir.

Fasilitas seluas sekitar dua hektare tersebut menjadi bagian dari pembangunan penampungan air di Jakarta.

Embung Kebagusan Ditargetkan Beroperasi Februari 2027

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menyampaikan bahwa pembangunan Embung Kebagusan termasuk dalam proyek JakTirta.

Baca Juga:  Titiek Soeharto Perintahkan Mentan Amran Ini soal 250 Ton Beras Ilegal Masuk Aceh

Program tersebut mencakup pembangunan sejumlah embung dan waduk di Jakarta.

“Target kami adalah di Februari 2027 ketiga embung dan waduk ini sudah beroperasi,” ujar Ika.

Selain ketiga proyek tersebut, Dinas SDA mencatat pembangunan dua embung di Jakarta Timur telah selesai.

Satu embung lainnya di Jakarta Barat juga telah rampung pada tahun anggaran 2026.

Kurangi Dampak Banjir hingga 8 Persen

Pembangunan embung juga menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas penampungan hujan dan mengurangi risiko banjir.

Pramono menyebut fasilitas tersebut diharapkan dapat menahan air di daerah aliran sungai (DAS) Mampang dan Krukut.

Berdasarkan perhitungan teoretis, keberadaan embung diperkirakan dapat mengurangi dampak banjir hingga 8 persen di kawasan tersebut.

Angka tersebut merupakan target pengurangan dampak banjir, bukan hasil pengukuran setelah fasilitas beroperasi.

“Penanganan ini mudah-mudahan bisa menahan air sampai dengan 8 persen,” kata Pramono.

Pemprov DKI Jakarta juga menjalankan sejumlah program pengendalian banjir lainnya, termasuk pembangunan waduk dan normalisasi sungai di beberapa wilayah.

Pramono menyampaikan bahwa musim kemarau yang berlangsung cukup panjang dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tersebut.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan sejumlah fasilitas pengendalian banjir dapat segera diselesaikan.

Biaya Pembebasan Lahan Diperkirakan Rp200 Miliar

Pembangunan Embung Kebagusan membutuhkan anggaran untuk pembebasan lahan dan pekerjaan fisik.

Pramono memperkirakan biaya pembebasan lahan seluas sekitar dua hektare mencapai Rp200 miliar.

Sementara itu, anggaran pembangunan fisik diperkirakan mencapai lebih dari Rp50 miliar.

Kedua komponen biaya tersebut merupakan perkiraan yang disampaikan Pramono saat meninjau proyek.

 (AKM/NID/RAD)

Trending