Connect with us

Berita

Kapolri Naikkan Pangkat Bripka Cecep yang Gugur di Pernikahan Anak Dedi Mulyadi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi kenaikan pangkat luar biasa kepada Bripka Cecep yang gugur saat bertugas mengamankan acara pernikahan anak Dedi Mulyadi.

Logompn

Published

on

Kapolri naikkan pangkat bripka cecep yang gugur di pernikahan anak dedi mulyadi
Kapolri Naikkan Pangkat Bripka Cecep yang Gugur di Pernikahan Anak Dedi Mulyadi | Gambar: Instagram/@polresgarut

MPN Indonesia 22 Juli 2025 - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada Bripka Cecep Saeful Bahri, anggota polisi yang gugur saat bertugas dalam pengamanan acara pernikahan anak tokoh dan figur publik, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Kapolri Nomor Kep/1085/VII/2025 dan diumumkan pada Minggu (20/7). Bripka Cecep dianugerahi pangkat Aipda anumerta sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk penghormatan institusi Polri terhadap pengabdian almarhum.

“Kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk penghormatan institusi Polri kepada almarhum atas dedikasinya menjalankan tugas pengabdiannya,” kata Trunoyudo kepada wartawan, Minggu (20/7).

Kronologi Insiden dan Jumlah Korban

Peristiwa yang menewaskan Bripda Cecep berlangsung di Alun-Alun Garut pada Jumat (18/7) saat ia sedang bertugas mengamankan acara pernikahan Maula Akbar Mulyadi, putra Dedi Mulyadi, dengan Luthfianisa Putri Karlina, wakil bupati Garut.

Insiden bermula saat masyarakat berdesakan di area Pendopo dan Alun-Alun Garut yang menjadi lokasi pesta rakyat dan pembagian makanan gratis. Warga mulai memadati pintu masuk pendopo, dan saat pintu dibuka, terjadi dorongan massa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Tiga orang meninggal dunia dalam kejadian ini antara lain, anggota Polres Garut Bripka Cecep Saeful Bahri (39), warga Garut Vania Aprilia (8), dan warga Garut Dewi Jubaedah (61).

Selain korban jiwa, puluhan warga juga mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Korban diduga terinjak-injak dalam kerumunan yang tidak terkendali.

Baca Juga:  Markas Gegana di Kwitang Terbakar, Diduga karena Puntung Rokok

Jenazah Bripka Cecep disemayamkan di Rumah Sakit Guntur milik TNI AD. Sementara jenazah dua warga lainnya, Vania dan Dewi, berada di ruang jenazah RSUD dr Slamet Garut.

Kapolda Jawa Barat Akan Lakukan Penyelidikan

Merespons insiden tersebut, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti dan menentukan pihak yang bertanggung jawab.

“Tentunya kami juga akan melakukan pendalaman, akan melakukan investigasi, bagaimana peristiwa ini terjadi sehingga mengakibatkan ada tiga yang meninggal dunia,” ujarnya kepada wartawan di Garut, Jumat (18/7).

Ia juga menyatakan bahwa pengamanan telah direncanakan sesuai prosedur dengan melibatkan 404 personel.

“Polres Garut berdasarkan informasi dan permintaan dari Pemerintah Garut untuk mengamankan rangkaian kegiatan ini sudah ditempuh sesuai dengan prosedur dari bagian perizinan,” kata Rudi.

(AKM/NID/RAD)

Trending