Connect with us

Berita

Kemendikti Anggarkan Dana Rp75,9 M untuk Bantu Mahasiswa dan Dosen Terdampak Bencana Sumatra

Kemendiktisaintek mengalokasikan Rp75,9 miliar untuk membantu mahasiswa dan dosen terdampak banjir serta longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Logompn

Published

on

Kemendikti anggarkan dana rp75,9 m untuk bantu mahasiswa dan dosen terdampak bencana sumatra
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan dalam Rapat Kerja Bersama Komisi X DPR RI pada Senin (8/12). Gambar : Tangkapan Layar YouTube/TVR Parlemen

MPN Indonesia 9 Desember 2025 - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengalokasikan anggaran sebesar Rp75.986.474.452 untuk membantu biaya hidup mahasiswa dan dosen yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatra.

Pengumuman tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin (8/12).

Bantuan ini merupakan bagian dari respons pendidikan terhadap bencana alam yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Kami juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak bencana alam dengan total anggaran Rp75.986.474.452,” ujar Fauzan dalam rapat tersebut, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube TVR Parlemen, Selasa (9/12).

Selain menyalurkan bantuan, Kemendiktisaintek mencatat bahwa sejumlah kegiatan akademik di kampus terhenti karena akses yang terputus, kondisi lokasi terdampak, hingga pengungsian sivitas akademika.

Rincian Penerima Bantuan dan Kampus Terdampak

Kemendiktisaintek melaporkan terdapat 60 perguruan tinggi terdampak bencana di tiga provinsi.

Di Aceh, terdapat 4 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 27 Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Di Sumatra Utara, terdampak 1 PTN dan 13 PTS.  Sementara itu, di Sumatra Barat terdapat 9 PTN dan 6 PTS.

Secara keseluruhan, sebanyak 1.306 dosen dan 18.824 mahasiswa masuk dalam kategori terdampak.

Sebagian besar kegiatan akademik di perguruan tinggi tersebut terhambat karena jalan menuju kampus tertutup, jaringan listrik dan internet terputus, serta kondisi darurat yang memaksa sivitas akademika mengungsi.

Sebagai bagian dari kebijakan pendidikan tanggap darurat, Kemendiktisaintek juga meluncurkan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemulihan awal pascabencana dengan pendanaan sebesar Rp46.535.820.000.

Baca Juga:  Pemda Diminta Fasilitasi Siswa Gagal Masuk Sekolah Negeri ke Sekolah Swasta

Penggalangan Dana dan Kerusakan Fasilitas Pendidikan

Selain alokasi anggaran pemerintah, Kemendiktisaintek menggerakkan seluruh jajaran Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), dan internal kementerian untuk menggalang dana tambahan.

Dari inisiatif ini, terkumpul dana sebesar Rp7.071.500.000 yang disalurkan kepada korban terdampak.

Berdasarkan identifikasi kementerian, kerusakan fasilitas pendidikan meliputi ruang kelas, komputer dan laptop, bangunan serta ruangan belajar yang rapuh atau ambruk, jaringan listrik dan internet yang terputus, hingga akses jalan menuju kampus yang tertutup.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas penunjang seperti laboratorium.

“Ini adalah kondisi identifikasi yang selama ini kita lakukan dalam skema tahap penanggulangan darurat,” pungkas Fauzan.

(AKM/NID/RAD)

Trending