Berita
Kereta Bandara Dioper jadi KRL Pink Line Lintas Priok-Kota, Tarifnya Tetap
KA Bandara Soetta mulai melayani Commuter Line Tanjung Priok–Jakarta Kota. Simak alasan pengoperasian, tarif, jadwal, dan fasilitas keretanya.
MPN Indonesia 11 September 2026 - PT KAI Commuter mulai mengoperasikan KA Bandara Soetta untuk melayani Commuter Line lintas Tanjung Priok–Kota mulai Kamis (10/9).
Pengoperasian sementara ini dilakukan sebagai penyesuaian operasional selama tujuh rangkaian KRL produksi INKA menjalani pemeriksaan menyeluruh.
Meski menggunakan rangkaian kereta bandara, layanan transportasi umum tersebut tetap menerapkan tarif, jadwal, dan skema pelayanan Commuter Line.
“Saat ini masih dalam pembahasan. Nanti kami akan update kepastian dan rilisnya,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda pada keterangannya.
Sebelumnya, rangkaian KRL yang biasa melayani lintas tersebut dialihkan untuk mendukung operasional di lintas Bogor.
KA Bandara Soetta Digunakan di Lintas Tanjung Priok—Kota
Sebelumnya, beredar informasi bahwa rangkaian KA Bandara Soetta disiapkan untuk melayani lintas Tanjung Priok—Jakarta Kota.
Video yang beredar memperlihatkan rangkaian cadangan kereta bandara melakukan uji lintasan di jalur tersebut.
KAI Commuter mengonfirmasi penggunaan rangkaian tersebut bagian dari penyesuaian operasional selama pemeriksaan tujuh rangkaian KRL seri iE305 produksi INKA.
Karina Amanda menjelaskan, pemeriksaan tersebut dimulai pada Senin (7/9) dan sementara dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (30/9).
“Kami, KCI lagi bersama INKA sedang melakukan general check up untuk KRL seri iE305 yang diproduksi INKA, mulai tanggal 7 (September) kemarin,” kata Karina.
Kondisi tersebut berdampak pada operasional sejumlah lintas, terutama Bogor Line, dengan 17 perjalanan harus mengalami penyesuaian.
Akibat penyesuaian tersebut, jumlah perjalanan KRL harian sempat berkurang dari 1.065 menjadi 1.048 perjalanan.
Namun, mulai Kamis (10/9), KAI Commuter kembali menambah 13 perjalanan di Bogor Line sehingga total operasional meningkat menjadi 1.061 perjalanan per hari.
“Dengan pengoperasian rangkaian ini, jumlah perjalanan Commuter Line Bogor akan bertambah sebanyak 13 perjalanan,” ujar Karina.
Karina menjelaskan, penambahan perjalanan tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi kepadatan penumpang.
“Langkah ini diambil dengan melakukan pengaturan pola peredaran sarana Commuter Line di seluruh lintas layanan untuk mengoptimalkan jumlah jadwal perjalanan,” pungkasnya.
Commuter Line Tetap Bertarif Reguler
Penggunaan rangkaian kereta bandara tidak mengubah tarif maupun layanan pada lintas Tanjung Priok—Jakarta Kota.
KAI Commuter memastikan seluruh pengguna tetap menggunakan tarif Commuter Line seperti biasa.
Meskipun armada yang digunakan merupakan rangkaian kereta bandara yang umumnya melayani perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Sebagai dampak pengalihan armada, jadwal perjalanan Commuter Line Bandara mengalami penyesuaian sementara.
“Mulai Kamis, 10 September 2026, jadwal layanan perjalanan Commuter Line Basoetta dari 70 perjalanan menjadi 52 perjalanan,” jelas Karina.
KAI Commuter melakukan penyesuaian perjalanan di sejumlah lintas, terutama Bogor Line, setelah tujuh rangkaian KRL harus masuk ke bengkel untuk menjalani perawatan.
Kondisi tersebut berdampak pada pengaturan operasional dan jadwal perjalanan yang perlu disesuaikan agar layanan tetap berjalan.
Bagi pengguna Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta yang terdampak perubahan jadwal, KAI Commuter menyediakan beberapa alternatif.
Penumpang dapat menggunakan jadwal keberangkatan sebelum atau sesudah waktu yang tertera pada tiket.
Selain itu, penumpang juga dapat mengajukan pengembalian dana atau refund sebesar 100 persen melalui loket di stasiun Commuter Line Basoetta.
Fasilitas Kereta Berbeda dari Rangkaian KRL Biasa
Penggunaan rangkaian kereta bandara menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengguna lintas Tanjung Priok—Jakarta Kota.
Kursi pada kereta menggunakan model individual yang menghadap ke depan dengan konfigurasi dua-dua.
Susunan tersebut berbeda dengan bangku memanjang yang umum ditemui pada KRL reguler.
Selain itu, tersedia area khusus penyimpanan barang di dekat pintu gerbong.
Kereta juga dilengkapi fasilitas pengisian daya perangkat elektronik.
Namun, rangkaian ini tidak memiliki pegangan tangan berwarna kuning yang biasa digunakan penumpang berdiri di KRL reguler.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
