Connect with us

Berita

KPK Tetapkan 5 Tersangka Baru Korupsi Pemberian Fasilitas Kredit LPEI ke PT PE

KPK tetapkan lima tersangka kasus korupsi pemberian fasilitas kredit oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) ke PT PE, Senin (3/3).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 07t134349.561
KPK Tetapkan 5 Tersangka Baru Korupsi LPEI | Gambar: KPK

MPN Indonesia 7 Maret 2025 - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kepada PT PE, Senin (3/3).

Para tersangka meliputi dua direktur pelaksana LPEI, yakni Dwi Wahyudi dan Arif Setiawan.

Selain itu, ada tiga petinggi PT PE, yaitu Komisaris Utama Jimmy Masrin, Direktur Utama Newin Nugroho, dan Direktur Keuangan Susy Mira Dewi Sugiarta.

Dugaan tindak pidana ini menyebabkan kerugian negara yang ditaksir mencapai USD 60 juta.

“Dugaan tindak pidana korupsi tersebut berpotensi mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp11,7 triliun,” demikian pernyataan KPK dikutip MPN Indonesia dari laman resmi KPK, Jumat (7/3).

Konstruksi Perkara dan Modus Dugaan Korupsi

Dalam konstruksi kasus ini, KPK menduga terjadi benturan kepentingan antara pihak LPEI dan PT PE.

Direktur LPEI diduga memberikan fasilitas kredit kepada PT PE melalui kesepakatan yang mempermudah pencairan dana, padahal perusahaan tersebut tidak memenuhi kelayakan kredit.

Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan dana pinjaman tidak dilakukan secara ketat.

Bahkan, perintah untuk tetap memberikan kredit tetap dikeluarkan meskipun diketahui adanya ketidaksesuaian dalam persyaratan yang berlaku.

Di sisi lain, PT PE diduga melakukan berbagai manipulasi dokumen guna mendapatkan fasilitas kredit.

Perusahaan ini memalsukan purchase order dan invoice sebagai dasar pencairan dana.

Selain itu, laporan keuangan PT PE diduga telah direkayasa dengan teknik window dressing untuk menutupi ketidaksesuaian keuangan.

Dana yang diperoleh dari LPEI juga tidak digunakan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana yang telah ditetapkan dalam perjanjian kredit.

Baca Juga:  Rekening Bank PT Panca Global Sekuritas Dibobol, BCA Angkat Bicara

Libatkan 11 Debitur

Kasus dugaan korupsi di LPEI ini tidak hanya berkaitan dengan satu debitur. KPK mengungkapkan bahwa terdapat sebelas debitur yang terlibat dalam skema serupa, sehingga potensi total kerugian negara mencapai Rp11,7 triliun.

Dugaan tindak pidana ini sebelumnya telah diselidiki oleh berbagai pihak, termasuk Kementerian Keuangan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sebelum akhirnya dilimpahkan ke KPK.

Awal Mula Kasus Korupsi Terendus

Kasus ini berawal dari laporan yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Kejaksaan Agung pada 18 Maret 2024.

Laporan tersebut berisi hasil investigasi tim terpadu yang dibentuk oleh LPEI, BPKP, Jamdatun Kejaksaan Agung, dan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.

Dari hasil penelitian ini, ditemukan indikasi fraud yang melibatkan empat debitur dengan total nilai penyimpangan mencapai Rp2,5 triliun.

Selain laporan dari Kementerian Keuangan, dugaan korupsi di LPEI juga telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pada 1 Februari 2024, BPK melaporkan hasil investigatifnya ke Kejaksaan Agung, yang mengungkapkan adanya penyimpangan senilai Rp81 miliar dalam pembiayaan ekspor nasional oleh LPEI.

Proses Penyidikan dan Langkah Hukum KPK

KPK menerima laporan terkait dugaan korupsi di LPEI sejak 10 Mei 2023. Setelah melalui proses penelaahan, kasus ini kemudian masuk ke tahap penyelidikan pada 13 Februari 2024.

Sehari setelah Menteri Keuangan melaporkan dugaan penyimpangan ke Kejaksaan Agung, KPK meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan pada 19 Maret 2024.

Setelah melalui proses penyelidikan lebih lanjut, KPK menggelar ekspose perkara pada 26 Juli 2024.

Dari hasil ekspose tersebut, KPK menetapkan tujuh tersangka tambahan, terdiri dari pihak swasta dan penyelenggara negara.

Namun, nama-nama tersangka baru ini belum dipublikasikan secara resmi karena belum dilakukan penahanan.

Baca Juga:  Berkelakuan Baik, Istri Ferdy Sambo Dapat Remisi HUT RI

Pada 15 Agustus 2024, Kejaksaan Agung resmi menyerahkan penanganan kasus korupsi LPEI sepenuhnya kepada KPK untuk menghindari tumpang tindih dalam penanganan perkara.

Selain itu, hal ini juga dilakukan agar pemanggilan saksi dalam proses penyidikan tidak mengalami bentrok antara kedua institusi penegak hukum tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga12 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita31 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita38 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending