Connect with us

Berita

KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Kereta Whoosh sejak Awal 2025

KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Penyelidikan dilakukan secara tertutup sejak awal 2025.

Logompn

Published

on

Kpk usut dugaan korupsi proyek kereta whoosh sejak awal 2025
Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Jakarta-Bandung atau Whoosh. Gambar : Unsplash/Hanhan H

MPN Indonesia 28 Oktober 2025 - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Proses penyelidikan ini telah berjalan sejak awal 2025, namun baru diungkap kepada publik pada Senin (27/10).

Sumber Informasi dan Proses Penyelidikan

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa proses penyelidikan dapat dimulai melalui dua jalur, yakni pengaduan masyarakat atau case building berdasarkan informasi dari berbagai lembaga.

“Jadi setiap penanganan perkara di KPK itu bisa berangkat dari pengaduan masyarakat, bisa juga berangkat dari case building yang dilakukan oleh KPK,” ujar Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (27/10).

Ia menyebutkan bahwa informasi yang dikumpulkan bisa berasal dari aparat penegak hukum (APH), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta lembaga terkait lainnya.

“Bisa dari Aparat Penegak Hukum (APH), bisa juga dari lembaga keuangan seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan sebagainya,” kata Budi.

Budi menambahkan, masyarakat yang memiliki informasi atau data relevan terkait dugaan korupsi tersebut diimbau untuk melapor ke KPK.

“Tim masih terus berprogres, mencari keterangan-keterangan yang dibutuhkan untuk membantu mengungkap perkara ini,” jelasnya.

Pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, juga membenarkan bahwa kasus korupsi ini sudah memasuki tahap penyelidikan.

Namun, Asep belum memaparkan detail perkara maupun modus dugaan korupsi karena prosesnya masih berjalan secara tertutup.

Fokus dan Tahapan Penyelidikan

Berdasarkan informasi internal, penyelidikan dilakukan secara tertutup untuk menjaga keakuratan pengumpulan bukti dan keterangan dari pihak-pihak terkait.

Baca Juga:  Yudha Arfandi Ajukan Banding atas Vonis 20 Tahun dalam Kasus Kematian Dante

Dalam tahap awal, penyidik fokus pada verifikasi data proyek, pemeriksaan dokumen, serta koordinasi dengan instansi yang terlibat dalam proyek keretaWhoosh.

Menurut Budi, kehati-hatian dalam penyelidikan bukan berarti KPK pasif.

Setiap langkah harus mengikuti prosedur hukum yang ketat agar hasil penyelidikan valid sebelum naik ke tahap berikutnya.

“Setiap langkah penyelidikan memiliki tahapan dan prosedur hukum yang harus dilalui. Kami memastikan prosesnya akurat sebelum melangkah ke tahap berikutnya,” tutur Budi.

Sorotan Publik dan Respons Mahfud MD

Kasus korupsi Whoosh ini kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataan mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, melalui akun X resminya pada Sabtu (18/10).

Mahfud menyinggung adanya dugaan mark-up dalam proyek KCIC dan menyatakan siap memberikan keterangan kepada KPK.

Sebelumnya, pada Selasa (14/10), ia juga mengunggah video di kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, yang menyoroti perbedaan biaya pembangunan proyek tersebut antara Indonesia dan China.

“Naik tiga kali lipat, ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana?” pungkas Mahfud dalam pernyataannya.

Menanggapi hal tersebut, KPK memastikan bahwa penyelidikan sudah berjalan secara independen tanpa menunggu laporan resmi dari Mahfud.

Pada Selasa (21/10), KPK menegaskan bahwa proses penyelidikan telah berlangsung sejak awal tahun.

Mahfud juga menyatakan kembali kesiapannya untuk dimintai keterangan oleh KPK pada Minggu (26/10).

(AKM/NID/RAD)

Trending