Kriminal
Ayah Tiri di Jakbar Ajari Anak Ngelas, Ternyata untuk Bobol ATM
Satu keluarga mencoba membobol ATM di Cengkareng menggunakan alat las. Aksi gagal karena oksigen habis, ibu dan anak ditangkap, ayah tiri buron.
MPN Indonesia 3 September 2026 - Polisi mengungkap dugaan kasus kriminal pembobolan ATM di sebuah minimarket di kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, yang melibatkan satu keluarga.
H dan ibunya, D, ditangkap, sedangkan ayah tiri H berinisial RH masih berstatus buron.
Peristiwa itu terjadi pada pertengahan Februari 2026 dan diungkap dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (1/9).
H mengaku awalnya diajari mengelas untuk memotong besi sebelum akhirnya diarahkan membobol ATM.
“Ngelas buat motong besi, Pak,” ujar H saat menjawab pertanyaan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi dalam konferensi pers.
Keterangan tersebut disampaikan H saat menjelaskan proses dirinya belajar menggunakan alat las atas arahan ayah tirinya.
Menurut H, ia semula tidak mengetahui kemampuan tersebut akan digunakan untuk melakukan pencurian.
H Mengaku Baru Mengetahui Tujuan Belajar Ngelas
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi menanyakan kepada H apakah sejak awal ayah tirinya telah memberi tahu tujuan belajar mengelas.
H menjawab RH awalnya mengatakan keahlian itu akan digunakan untuk pekerjaan memotong besi pada bangunan terbengkalai.
“Pertamanya belum, dia bilang nanti ikut (mobil ekspedisi yang) biasanya ada borongan-borongan buat motong-motong kayak gitu, motong-motong kayak bangunan terbengkalai,” ujar H.
Namun, H mengatakan penjelasan tersebut berubah setelah dirinya menguasai cara memotong besi menggunakan alat las.
“Itu waktu dia bilang nanti kita potong mesin ATM aja. Kamu udah ngerti kan caranya, kayak gitu. ‘Lha katanya buat kerja?’ saya bilang kayak gitu. Akhirnya, singkat cerita, niat motong ATM,” jelas H.
Keterangan itu menjadi bagian dari pengungkapan dugaan kasus kriminal yang kini ditangani kepolisian.
Ibu Mengaku Sempat Diminta Belajar Mengelas
D mengatakan RH juga sempat memintanya mempelajari penggunaan alat las. Namun, ia menolak karena merasa tidak mampu mengoperasikannya.
“Tadinya saya yang disuruh belajar ngelas sama dia, saya enggak mau. Takut, mata saya kan enggak awas, saya pakai kacamata. Saya bilang takut, karena membal apinya takut kena mata,” ujar D.
D juga menjelaskan kondisi ekonomi keluarganya. Ia menyebut memiliki tujuh anak dan selama ini menjadi tulang punggung keluarga.
Menurut D, anak-anak lainnya kini diasuh oleh anak keduanya. Ia juga mengaku H akhirnya ikut dalam aksi tersebut karena kondisi ekonomi.
“Emang dari dulu juga dia (RHL) enggak jaga (anak-anak) saya yang jadi tulang punggung. Anak ini juga sama. Makanya terbentur di ekonomi. Mau enggak mau dia (H) ikut (bobol ATM),” ucapnya.
D juga mengakui keterlibatannya dalam perkara tersebut dan berharap RH segera ditangkap.
“Ya memang saya salah, ya seadil-adilnya aja. Saya ingin dia juga ditangkap. Itu aja harapan saya yang membawa anak saya untuk masuk ke sini,” ujarnya.
Kronologi Dugaan Pencurian ATM di Jakarta Barat
Polisi menyebut dugaan pencurian itu dilakukan di sebuah minimarket di Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan para pelaku telah merencanakan pembobolan ATM menggunakan mesin las.
“Rencana mereka adalah membobol ATM yang ada di dalam minimarket dengan menggunakan mesin las dan lain sebagainya,” kata Nasriadi.
Menurut polisi, aksi tersebut dilakukan pada pertengahan Februari 2026 oleh tiga orang.
Nasriadi menjelaskan RH dan H masuk ke dalam minimarket untuk membobol ATM. Sementara itu, D berada di luar untuk memantau situasi.
“Pelaku H bersama RH masuk ke dalam untuk membobol ATM, sedangkan ibu menunggu di luar untuk melihat dan memantau situasi kondisi di luar,” jelasnya.
Pembobolan ATM Gagal Karena Gas Las Habis
Polisi menyebut upaya membobol ATM tidak berhasil diselesaikan.
Menurut Nasriadi, bahan oksigen untuk mesin las habis saat proses pemotongan berlangsung.
“Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen, tersebut habis. Artinya, ATM tersebut belum sempat dibobol atau dirusak karena bahan lasnya habis,” ungkapnya.
Setelah gagal membuka ATM, para pelaku mengambil barang lain yang ada di dalam minimarket.
“Akhirnya, misi mereka gagal dan tidak berhasil menjebol ATM. Karena misinya gagal, maka yang mereka ambil akhirnya adalah rokok,” katanya.
Polisi juga menemukan salah satu pelaku menggunakan pakaian menyerupai seragam pegawai minimarket.
Seragam tersebut dibeli secara daring untuk mengurangi kecurigaan saat terekam kamera CCTV.
“Sebagai catatan, salah satu pelakunya menggunakan baju yang seakan-akan merupakan seragam karyawan dari swalayan tersebut, tujuannya supaya tidak dicurigai saat terekam dalam CCTV,” ucap Nasriadi.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
