Connect with us

Berita

Debt Collector di Pekalongan Dibacok Keluarga Nasabah usai Tagih Utang

Debt collector dibacok oleh keluarga nasabah di Pekalongan saat menagih utang kredit motor yang menunggak.

Actress 1299250

Published

on

Debt Collector di Pekalongan Dibacok Keluarga Nasabah usai Tagih Utang
Debt collector di Pekalongan dibacok. Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Tengah, MPN Indonesia 28 Juli 2024 - Seorang debt collector menjadi korban pembacokan oleh keluarga nasabah saat sedang menagih utang di Sampangan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Insiden penganiayaan ini terjadi pada Sabtu, (27/7), ketika debt collector tersebut berusaha untuk menagih angsuran kredit sepeda motor yang telah menunggak.

Kejadian ini menarik perhatian publik setelah diunggah oleh akun Instagram @pekalonganinfo, yang memposting foto-foto pria yang terluka akibat serangan tersebut.

Kronologi Pembacokan

Debt collector yang terluka diketahui sedang menjalankan tugasnya ketika insiden itu terjadi.

Ia mendatangi nasabah dengan tujuan meminta pembayaran angsuran motor yang sudah tertunda. Namun, tindakan ini disalahpahami oleh keluarga nasabah, yang mengira bahwa debt collector tersebut akan menarik paksa sepeda motor yang menjadi objek kredit.

Meskipun debt collector telah mencoba menjelaskan bahwa ia hanya menagih pembayaran yang tertunggak, salah satu anggota keluarga tidak terima dan secara tiba-tiba menyerangnya dengan celurit.

Akibat serangan tersebut, debt collector tersebut mengalami luka di bagian tangan.

Meskipun terluka, korban masih sempat meminta maaf kepada keluarga nasabah dan segera menghubungi perusahaannya untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tanggapan Polisi dan Proses Hukum

Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Yoyok Agus Waluyo, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menerima informasi mengenai insiden ini.

Namun, hingga saat ini, korban belum melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke pihak yang berwenang.

“Ya, kita telah menerima adanya informasi itu. Tapi, kita belum ada konfirmasi dari korbannya. Korban belum melakukan aduan secara resmi,” ujar Agus Waluyo.

Ia menegaskan pentingnya korban pembacokan untuk segera membuat laporan resmi agar pihak kepolisian dapat melakukan penyelidikan yang lebih mendalam.

Baca Juga:  Menko Airlangga Sebut Ratifikasi Konvensi Antisuap sebagai Syarat Penting bagi Indonesia

Dengan laporan resmi dari korban, polisi akan dapat mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian dan memahami situasi dengan lebih baik.

“Informasi masih kita dalami dulu,” tambahnya.

Peran Perusahaan dan Langkah Selanjutnya

Perusahaan yang mempekerjakan debt collector tersebut telah dihubungi untuk memberikan dukungan kepada korban.

Perusahaan diharapkan dapat menangani kasus ini dan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini.

Selain itu, perusahaan juga diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih kepada para karyawannya, terutama mereka yang berhadapan langsung dengan nasabah.

Insiden ini menambah daftar kasus kriminal yang melibatkan konflik antara debt collector dan nasabah.

Trending