Berita
Kronologi Lengkap 5 WNI Ditembak Aparat Malaysia, 1 Orang Tewas
Penembakan oleh APMM di Selangor, Malaysia, menewaskan 1 WNI dan melukai 4 lainnya. Pemerintah Indonesia dorong pengusutan tuntas kasus ini.
MPN Indonesia 29 Januari 2025 - Lima Warga Negara Indonesia (WNI) di Perairan Tanjung Ru, Selangor, Malaysia, menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh petugas Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM).
Peristiwa ini mengakibatkan satu WNI meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.
Kejadian Berawal dari Pengejaran oleh APMM
Menurut laporan, insiden ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, melibatkan sekelompok pekerja migran asal Indonesia yang mencoba meninggalkan Malaysia secara ilegal menggunakan perahu kecil.
Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma, mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika 26 tenaga kerja Indonesia (TKI) nonprosedural berusaha melarikan diri dengan sebuah perahu.
Perahu tersebut terdeteksi oleh patroli APMM, yang kemudian melakukan pengejaran.
Dalam pengejaran tersebut, petugas Malaysia melepaskan tembakan dari jarak sekitar 20–25 meter.
Menurut pernyataan resmi Kepolisian Malaysia, tindakan tersebut dilakukan karena ada perlawanan dari pihak WNI. Namun, klaim ini dibantah oleh saksi korban yang selamat.
“Menurut pengakuan korban, mereka tidak memberikan perlawanan. Sebagai sipil tanpa senjata, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan,” jelas Sudirman Haji Uma dalam pernyataan tertulis.
Setelah penembakan terjadi, perahu tersebut berhasil melarikan diri dan merapat di kawasan hutan bakau di Banting, Selangor.
Para korban yang terluka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Serdang Selangor oleh tekong perahu.
Korban: 1 Tewas, 4 Luka-Luka
Dari lima WNI yang menjadi korban, satu orang meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka tembak.
Korban meninggal dunia adalah Basri, seorang anak buah kapal (ABK) asal Rokan Hulu, Riau. Adapun dua korban luka lainnya yang berasal dari Aceh, yaitu:
- Andry Ramadhana (30), asal Gampong Keude Pante Raja, Kabupaten Pidie, mengalami luka tembak di lengan.
- Muhammad Hanafiah (40), asal Gampong Alue Bugeng, Kabupaten Aceh Timur, tertembak di paha.
Muhammad Hanafiah saat ini masih dirawat di rumah sakit di Malaysia bersama tiga korban lainnya.
Sementara itu, Andry Ramadhana menjalani perawatan di sebuah klinik setempat.
Langkah Pemerintah Indonesia
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, langsung mengambil langkah diplomatik untuk menangani kasus ini.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI/BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, menyatakan bahwa kasus ini akan didorong untuk diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku di Malaysia.
“Kami menduga bahwa para korban merupakan pekerja migran non-prosedural. Kasus ini akan diselesaikan melalui pendekatan hukum dan diplomatik,” ujar Judha Nugraha (27/1).
Sudirman Haji Uma juga menyampaikan bahwa ia telah berkomunikasi dengan Judha terkait langkah pemerintah untuk memastikan hak-hak para korban terlindungi.
“Kasus ini harus diusut hingga tuntas agar keadilan dapat ditegakkan, dan pemerintah Malaysia bertanggung jawab atas insiden ini,” pungkasnya.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
