Connect with us

Kriminal

Motif Penculikan dan Pembunuhan Kacab BRI Terungkap!

Polda Metro Jaya mengungkap motif penculikan dan pembunuhan Kepala BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta. Kasus ini melibatkan 16 tersangka dan 1 anggota TNI.

Logompn

Published

on

Motif penculikan dan pembunuhan kacab bri terungkap!
Motif Penculikan dan Pembunuhan Kacab BRI Terungkap! Gambar : Bhinneka Nusantara

MPN Indonesia 17 September 2025 - Polda Metro Jaya mengungkap motif di balik penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satrya Triputra, menyatakan kasus ini berkaitan dengan rencana pengalihan dana dari rekening dormant ke rekening penampung.

“Motif dari pada para pelaku melakukan perbuatannya yaitu, para pelaku atau para tersangka berencana untuk melakukan pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan yang telah disiapkan,” ujar Kombes Pol Wira dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/9).

Namun, dana dalam rekening dormant tersebut belum sempat dipindahkan.

“Yang pasti belum. Jadi rekening dormant ke penampung belum bergeser,” jelas Kombes Pol Wira.

Tersangka utama, C alias Ken, disebut sudah menyiapkan rekening penampung dan memperoleh informasi vital mengenai rekening dormant dari seseorang berinisial S.

Kronologi Penculikan dan Penemuan Jasad

Ilham diculik saat berada di area parkir Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8), ketika menghadiri pertemuan offline dengan pihak Lotte Grosir.

Keesokan harinya, Kamis (21/8), jasad Ilham ditemukan di persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Kondisi korban mengenaskan, dengan tangan dan kaki terikat serta mata tertutup lakban.

Rincian Tersangka dan Peranannya

Dalam kasus kriminal ini, polisi menetapkan 16 tersangka, terdiri dari 15 warga sipil dan 1 anggota TNI. Para tersangka terbagi dalam empat klaster.

Klaster perencana penculikan terdiri dari C alias K, DH (Dwi Hartono, pengusaha bimbingan belajar), AAM, dan JP.

Baca Juga:  Banjir Surut dalam Semalam, BPBD Jakarta Apresiasi Kerja Sama Lintas Instansi

Klaster eksekutor terdiri dari E, REH, JRS, AT, dan EWB.

Sementara itu, JP, MU, dan DSD tergabung dalam klaster pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Tim pembuntut korban berisi AW, EWH, RS, dan AS.

Satu tersangka lainnya adalah anggota TNI berpangkat Kopral Dua (Kopda) berinisial FH yang kini ditahan oleh Pomdam Jaya.

Selain FH, dua prajurit TNI dari Detasemen Markas Kopassus juga diduga terlibat. Salah satunya adalah Serka N yang telah diamankan.

Peran Sosok S dalam Kasus

Polisi mengungkap bahwa informasi rekening dormant diperoleh C alias Ken dari seseorang berinisial S.

“Hasil pemeriksaan saudara C alias K itu mendapatkan informasi dari temennya inisial S,” pungkas Kombes Pol Wira.

S diduga membocorkan data rekening dormant yang kemudian menjadi dasar perencanaan kejahatan.

Awalnya, para pelaku mencari target dari kalangan perbankan untuk bekerja sama, namun gagal menemukan.

Akhirnya, mereka memilih target secara acak, yang berujung pada Mohamad Ilham Pradipta.

Pelaku Masih Buron

Polisi masih memburu satu tersangka lain berinisial EG yang terlibat dalam skema kejahatan ini. EG kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

(AKM/NID/RAD)

Trending