Connect with us

Kriminal

Miris! Bocah 5 Tahun di Sulteng Diculik saat Bermain, Ditemukan Tewas dalam Karung

Balita 5 tahun di Konawe Selatan ditemukan tewas dalam karung di kebun sagu. Polisi tangkap tetangga korban, diduga ada pelecehan seksual sebelum korban meninggal.

Logompn

Published

on

Miris! bocah 5 tahun di sulteng diculik saat bermain, ditemukan tewas dalam karung
Ilustrasi Penculikan. Gambar: Ilustrasi Canva

Sulawesi Tenggara, MPN Indonesia 17 September 2025 - Seorang balita perempuan berinisial NNH (5) ditemukan tewas dalam karung di kebun sagu milik warga Desa Tolu Wonua, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (13/9).

Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Kamis (11/9) sekitar pukul 15.15 WITA setelah tidak pulang ke rumah usai bermain.

“Awalnya itu ada aduan keluarga korban Kamis sore. Orang taunya laporkan bahwa anaknya tidak terlihat,” ujar Kasat Reskrim Polres Konawe Selatan, AKP Laode M Jefri Hamzah kepada wartawan Sabtu (13/9) malam.

Polisi menerima laporan kehilangan dari keluarga pada hari yang sama dan segera melakukan pencarian sejak Kamis malam, dibantu tim SAR pada Jumat (12/9).

Korban baru ditemukan dua hari kemudian sejak laporan kehilangan dalam kondisi tidak bernyawa.

“Sekitar pukul 07.30 WITA, korban kita temukan dalam kondisi tewas dan terbungkus karung. Kita langsung lakukan olah TKP,” ucap AKP Laode M Jefri.

Penangkapan Pelaku oleh Polisi

Kapolres Konawe Selatan, AKBP Febry Sam, mengatakan pelaku berinisial A berhasil ditangkap enam jam setelah jenazah ditemukan. Penangkapan dilakukan menggunakan anjing pelacak K9.

“Pelacakan mengarah ke satu titik setelah (anjing pelacak) kita berikan pakaian korban. Arahnya ke salah satu rumah warga berinisial A,” jelas AKBP Febry Sam.

A diketahui merupakan tetangga korban.

Hasil Autopsi

Autopsi dilakukan di RS Bhayangkara Kendari pada Sabtu (13/9) pukul 13.00 WITA.

Hasil pemeriksaan medis menyebutkan korban meninggal kurang dari 48 jam sebelum ditemukan.

“Hasil autopsi menyimpulkan korban mati lemas. Ada luka sobekan kecil di selaput dara di kelamin korban,” ungkap AKBP Febry Sam.

Proses Pencarian dan Lokasi Penemuan

Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin, menyampaikan bahwa korban ditemukan di sebuah kebun sekitar 150 meter dari lokasi terakhir terlihat.

Baca Juga:  Wanita jadi Korban Pelecehan di Stasiun Tanah Abang, KAI akan Tindak Tegas Pelaku

“Tim SAR gabungan melaporkan penemuan korban dalam keadaan meninggal dunia sekitar 150 meter dari perkiraan lokasi terakhirnya sebelum hilang,” tutur Amiruddin, Sabtu (13/9).

Barang Bukti dan Dugaan Pelecehan

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah pelaku, di antaranya bantal, selimut, sarung, sandal korban, celana dalam korban, dan koper.

Dugaan awal mengarah pada pelecehan seksual sebelum korban meninggal akibat mati lemas.

“Motif awal yang kita temukan adalah pelecehan seksual,” terang AKBP Febry Sam.

Semua barang bukti bersama pelaku kini diamankan di Polres Konawe Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Reaksi Keluarga dan Warga

Ayah korban, Putkal (31), tidak kuasa menahan tangis ketika melihat jenazah anaknya di RS Bhayangkara Kendari.

“Kenapa kasihan mereka bunuh baru simpan di dalam karung, baru dibuang,” imbuhnya.

Putkal mengaku terkejut karena pelaku ternyata tetangganya sendiri, meskipun jarang berkomunikasi karena kesibukan kerja.

Kemarahan warga sempat memuncak pada Sabtu (13/9) sore. Rumah pelaku digeruduk massa meski sudah dipasangi garis polisi.

Warga sempat mencoba merusak rumah menggunakan kayu dan pacul, namun berhasil diredam aparat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Mowila khususnya Desa Tolu Wonua untuk tidak melakukan langkah-langkah yang bertentangan dengan hukum. Serahkan penanganan kasus ini ke Polres Konawe Selatan,” tegas Kapolres Febry.

Pemeriksaan Lanjutan

Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus pembunuhan tersebut.

“Kami masih lakukan pengembangan, jangan sampai ada tersangka lain,” pungkas AKBP Febry Sam.

(AKM/NID/RAD)

Trending