Connect with us

Berita

Motif Tawuran di Koja: Demi Konten Live di Medsos dan Ingin Jadi Populer

Tawuran di Koja, Jakarta Utara, dipicu perebutan pengakuan sebagai kelompok top. Polisi menangkap 6 pelaku, termasuk admin yang menyiarkan live di media sosial.

Logompn

Published

on

Motif Tawuran di Koja Demi Konten Live di Medsos dan Ingin Jadi Populer
Motif Tawuran di Koja: Demi Konten Live di Medsos dan Ingin Jadi Populer. Gambar : MPN Indonesia/Radhita Zahra

MPN Indonesia 27 Desember 2024 - Tawuran antarkelompok kembali terjadi di kawasan Koja, Jakarta Utara, pada Kamis (26/12).

Polisi mengungkapkan bahwa motif utama di balik peristiwa ini adalah keinginan mendapatkan pengakuan sebagai kelompok paling unggul.

Insiden ini juga menyoroti tren baru di mana aksi kekerasan disiarkan langsung melalui media sosial demi popularitas.

Tawuran Dipicu Perebutan Pengakuan

Kapolsek Koja, Kompol Andry Suharto, menjelaskan bahwa aksi tawuran ini dipicu oleh keinginan kedua kelompok untuk dianggap sebagai yang “paling top.”

Dalam wawancara pada Kamis (26/12), Kompol Andry menyebut motivasi ini sebagai penyebab utama konflik.

“Penyebab tawuran hanya saling ingin dibilang top,” ujar Kompol Andry.

Polisi telah mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam kasus kriminal tersebut.

Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan selama perkelahian berlangsung.

“Sudah diamankan 6 orang berikut sajamnya (senjata tajam),” tambah Kompol Andry.

Siaran Langsung di Media Sosial

Dalam pengembangan kasus, terungkap bahwa aksi tawuran ini disiarkan secara langsung melalui media sosial.

Polisi mengidentifikasi salah satu admin yang bertugas menyiarkan aksi tersebut sebagai bagian dari enam orang yang telah ditangkap.

“Adminnya (live medsos) juga sudah diamankan,” ungkap Kompol Andry.

Pihak kepolisian terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan menyelidiki lebih lanjut motif serta pihak lain yang mungkin terlibat dalam perencanaan maupun penyiaran aksi ini.

Langkah Polisi Mengatasi Tawuran

Polisi kini memprioritaskan pengembangan kasus untuk mengungkap lebih banyak detail mengenai jaringan yang terlibat.

Kompol Andry menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan untuk memastikan para pelaku menerima hukuman sesuai.

Baca Juga:  Tom Lembong Laporkan Hakim yang Vonis Dirinya 4,5 Tahun Penjara ke MK-KY

Trending