Connect with us

Berita

Pelaku Mutilasi Wanita dalam Koper di Ngawi Ternyata Suami Siri, Motif Pembunuhan karena Cemburu

Kasus mutilasi wanita di Ngawi akhirnya terungkap. Pelaku, Rohmad Tri Hartanto, adalah suami siri korban yang diduga cemburu dan sakit hati.

Actress 1299250

Published

on

Pelaku Mutilasi Wanita dalam Koper di Ngawi Ternyata Suami Siri, Motif Pembunuhan karena Cemburu
Pelaku Mutilasi Wanita dalam Koper di Ngawi Ternyata Suami Siri, Motif Pembunuhan karena Cemburu. Gambar: Memorandu.id/Faishal Danny

MPN Indonesia 28 Januari 2025 - Kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap seorang wanita yang jasadnya ditemukan di dalam koper merah di Ngawi akhirnya terungkap.

Pelaku adalah Rohmad Tri Hartanto (RTH), pria berusia 33 tahun yang merupakan suami siri korban.

Motif pembunuhan ini diduga kuat dilatarbelakangi rasa cemburu dan sakit hati.

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Pada Kamis (23/1), jasad korban, yang diidentifikasi sebagai Uswatun Khasanah (29), ditemukan oleh warga di sebuah selokan dekat tempat pembuangan sampah (TPS) di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.

Potongan tubuh korban berada dalam koper merah, namun jasad tersebut tidak utuh.

Bagian kepala dan kaki korban ditemukan terpisah di lokasi lain beberapa hari setelahnya.

Proses autopsi mengungkap bahwa korban meninggal akibat kekurangan napas, diduga karena dicekik sebelum tubuhnya dimutilasi.

Hubungan Pelaku dan Korban

Menurut keterangan pihak kepolisian, RTH adalah suami siri korban.

Hubungan keduanya bermula dari perkenalan di Tulungagung, tempat korban bekerja sebagai sales kosmetik.

Korban, seorang single parent, tinggal bersama anak dan neneknya di sana.

Motif pembunuhan ini terungkap setelah tersangka ditangkap pada Minggu (26/1) di Madiun oleh Tim Jatanras Polda Jawa Timur.

Kombes Pol. Farman, Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, menjelaskan bahwa tersangka cemburu karena mengetahui korban sempat bersama pria lain di kosnya.

“Korban pernah ketahuan memasukkan laki-laki ke dalam kosnya, sementara tersangka mengaku sebagai suami siri korban,” ujar Farman, Senin (27/1).

Motif Sakit Hati

Selain rasa cemburu, sakit hati juga menjadi pemicu tindakan keji tersangka.

Baca Juga:  Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan Dinilai Janggal, Pakar Hukum Curigai Kemampuan Bocah Tikam Orang Dewasa

Dalam pengakuannya, RTH merasa tersinggung setelah korban mendoakan hal buruk terhadap anak perempuannya dari pernikahan sebelumnya.

“Korban pernah berucap bahwa anak pelaku kelak akan menjadi PSK. Ucapan itu sangat menyakitkan bagi pelaku,” kata Farman.

Korban juga diduga meminta pelaku untuk “menghilangkan” anak perempuannya tersebut, yang semakin memperkeruh hubungan mereka.

Pada hari kejadian, Minggu (19/1), RTH mengaku telah menyiapkan uang Rp1 juta untuk korban, namun pertengkaran yang dipicu permasalahan di atas berujung pada pembunuhan di sebuah kamar hotel di Kediri.

Potongan Tubuh Ditemukan di Lokasi Berbeda

Setelah mutilasi dilakukan, pelaku membuang potongan tubuh korban di beberapa lokasi.

Kepala korban ditemukan di Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek pada Minggu (26/1), sekitar pukul 08.00 WIB.

Sementara itu, bagian kaki korban ditemukan di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, pada hari yang sama pukul 04.00 WIB.

Bagian tubuh korban yang ditemukan telah dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Identitas Pelaku

RTH diketahui merupakan warga Dusun Banaran, Desa Gombal, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung.

Selain itu, ia menjabat sebagai ketua ranting sebuah perguruan silat di daerahnya dan aktif dalam kegiatan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“Tersangka bergerak seolah-olah sebagai LSM di Tulungagung,” ungkap Farman.

Proses Hukum

RTH kini ditahan di Mapolda Jawa Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Polisi terus mendalami motif dan kronologi kasus kriminal ini untuk menyelesaikan penyelidikan secara menyeluruh.

Trending