Connect with us

Kriminal

Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Anak Politikus PKS di Rumah Mewah Cilegon

HA (30), terduga pembunuh MAHM (9), anak anggota Dewan Pakar DPD PKS Kota Cilegon, ditangkap polisi usai tertangkap tangan mencuri di rumah warga.

Logompn

Published

on

Polisi tangkap terduga pembunuh anak politikus pks di rumah mewah cilegon
Ilustrasi Pelaku Pembunuhan Ditangkap Polisi. Gambar : Ilustrasi AI by MPN Indonesia

Banten, MPN Indonesia 5 Januari 2026 - HA (30), terduga pelaku pembunuhan MAHM (9), anak Maman Suherman yang merupakan anggota Dewan Pakar DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, ditangkap polisi pada Jumat (2/1) di sebuah rumah warga di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Banten.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten setelah HA tertangkap tangan saat hendak mencuri di rumah milik Roisyudin Sayuri, mantan anggota DPRD Kota Cilegon.

Peristiwa tersebut terjadi usai salat Jumat, ketika asisten rumah tangga (ART) memergoki pelaku masuk ke dalam rumah tanpa izin.

Saat aksinya diketahui, HA sempat mengancam menggunakan senjata api yang belakangan diketahui merupakan pistol mainan.

Pelaku kemudian bersembunyi di bawah mobil yang terparkir di garasi rumah.

ART berhasil keluar dan meminta bantuan warga sekitar sebelum akhirnya polisi tiba di lokasi dan mengamankan pelaku.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, membenarkan penangkapan tersebut.

“Alhamdulillah. Nanti nunggu press conference dari Kapolda ya,” ujar Kombes Dian saat dikonfirmasi pada Jumat (2/1), dikutip MPN Indonesia dari detikNews pada Senin (5/1).

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap terduga pelaku masih terus dilakukan oleh penyidik.

“Mohon bersabar nanti tunggu press conference ya,” jelas Kombes Dian.

Kronologi Pembunuhan Anak Politikus PKS

MAHM ditemukan tewas bersimbah darah di lantai satu rumahnya yang berada di Perumahan BBS III, Kota Cilegon, pada 16 Desember 2025.

Korban yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar itu mengalami 19 luka di tubuhnya akibat senjata tajam dan benda tumpul.

Baca Juga:  Viral! Lansia di PIK Nyaris Diculik, Polisi Kantongi 2 Identitas Terduga Pelaku

Dalam penyelidikan awal, polisi menyebut tidak adanya kamera pengawas yang aktif di rumah korban sejak 2023 serta ketiadaan petugas keamanan di lokasi kejadian menjadi kendala dalam pengungkapan kasus kriminal.

Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, menjelaskan bahwa kondisi cuaca juga turut menyulitkan proses penyelidikan.

“Yang menjadi kendala oleh kita adalah CCTV aktif terakhir tahun 2023. Itu sudah kita tanyakan ke pemilik rumah,” ungkap AKP Yoga dalam keterangannya pada Rabu (24/12/2025), dikutip dari KompasTV.

Ia menambahkan bahwa hujan lebat terjadi sebelum dan sesudah kejadian.

“Perlu diinformasikan, sebelum terjadinya kejadian dalam keadaan hujan, after (setelah) kejadian pun dalam keadaan hujan cukup lebat, sehingga jejak-jejak yang keluar pun sulit diidentifikasi. Pada malam TKP kita sempat datangkan unit K9,” tambahnya.

Dalam proses penyelidikan, polisi memeriksa 18 orang saksi yang terdiri dari keluarga korban hingga tetangga sekitar.

Selain itu, penyidik juga melibatkan Pusident dan Puslabfor untuk membantu pengungkapan kasus di tempat kejadian perkara.

Terungkap Saat Hendak Mencuri Rumah Warga

Penangkapan HA terjadi saat ia kembali beraksi dengan menyasar rumah Roisyudin Sayuri.

Anggota DPRD Banten sekaligus keluarga pemilik rumah, Dede Rohana, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika ART melihat HA masuk ke dalam rumah dan langsung berteriak meminta pertolongan.

“Tapi orang itu terjebak di dalam, enggak berani keluar. Jadi kita enggak berani nangkap karena bawa pistol, tapi ternyata pistol mainan,” kata Dede saat dihubungi pada Sabtu (3/1), dikutip dari Kompascom.

Setelah diamankan, diketahui bahwa HA juga pernah melakukan pencurian di rumah yang sama pada Minggu (28/12/2025).

Saat itu, pelaku sempat membawa perhiasan, namun gagal mengambil brankas yang sebelumnya telah dipindahkannya ke halaman rumah.

Baca Juga:  Profil Maya Kusmaya, Petinggi Pertamia yang Diduga Perintahkan Pengoplosan Pertamax

Dari dalam tas milik pelaku, polisi juga menemukan alat las.

Dede mengungkapkan bahwa pihak keluarga awalnya tidak mengetahui adanya keterkaitan antara HA dengan kasus pembunuhan anak di Perumahan BBS III.

“Kita tidak tahu awalnya ada kaitannya sama kasus pembunuhan di BBS. Kita baru tahu semalam bahwa pelaku spesialis rumah mewah, rumah kosong,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending