Kriminal
Ratusan Sopir Taksi Online jadi Korban Oderan Fiktif di Kebayoran Lama
Ratusan sopir taksi online di Cipulir, Jakarta Selatan, jadi korban orderan fiktif hingga bikin resah warga sekitar.
MPN Indonesia 20 Agustus 2025 - Ratusan sopir taksi online menjadi korban penipuan dengan modus orderan fiktif di Jalan Haji Amsar, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Peristiwa terkait hukum dan kriminal ini diketahui telah berlangsung selama tiga hari sejak Minggu (17/8) dan viral di media sosial hingga menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat.
Pasalnya, banyak pengemudi yang terjebak di jalan buntu dan kesulitan untuk memutar arah setelah tidak menemukan penumpang di lokasi penjemputan.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga sekitar menghitung jumlah taksi online yang datang secara bergantian ke lokasi yang sama akibat order fiktif tersebut.
Salah satu sopir taksi online tampak kebingungan ketika tiba di titik penjemputan dengan mengendarai Toyota Rush berwarna putih.
Setelah menunggu cukup lama tanpa ada penumpang yang muncul, sopir tersebut memutuskan untuk berbalik arah, namun kesulitan karena jalan yang dilaluinya merupakan gang buntu.
Warga sekitar pun turut memberitahu sopir yang telah menjadi korban penipuan tersebut.
Menurut keterangan salah satu warga, Kholid, jumlah kendaraan yang menjadi korban telah mencapai lebih dari 200 mobil.
“Di sini sudah 200 lebih mobil, memang orderan fiktif. Kalau yang di dekat pasar ada 40 mobil,” kata Kholid saat dikonfirmasi wartawan di lokasi, Selasa (19/8).
Modus Penipuan dan Tanggapan Warga
Berdasarkan pengakuan Kholid, modus yang digunakan pelaku penipuan adalah dengan memesan taksi online menggunakan nama bermacam-macam. Adapun nama-nama yang digunakan oleh pelaku antara lain Hendro, Arif, Robi, dan Adriansyah.
“Namanya macam-macam, ada Hendro, ada Arif, ada Robi, Adriansyah, macam-macam namanya,” ungkap Kholid.
Kholid menambahkan bahwa pelaku juga mencantumkan nomor rumah berbeda-beda, namun nama-nama tersebut tidak dikenal warga sekitar.
“Nggak ada nama itu di sini. Alamatnya sama, RT 07/RW 09. Yang pesan nomornya macam-macam, ada 28, ada 15, ada 14. Cuma nama-nama itu kagak ada,” tambahnya.
Warga mengaku baru pertama kali mengalami kasus kriminal penipuan dengan modus seperti ini di lingkungan mereka.
Kholid menyatakan bahwa meskipun merasa lelah dan resah dengan situasi tersebut, warga tetap menunjukkan empati terhadap para sopir taksi online yang menjadi korban.
“Warga setempat hanya bisa membantu para sopir tersebut untuk berputar arah,” ujarnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
