Connect with us

Berita

Menganggur Setelah Lulus, Anak Muda Bertahan di Tengah Ketidakpastian

Anak muda hadapi ketidakpastian setelah lulus kuliah dengan bertahan di tengah sulitnya cari kerja dan minimnya peluang, di tengah tren pengangguran meningkat.

Logompn

Published

on

Menganggur setelah lulus, anak muda bertahan di tengah ketidakpastian
Menganggur Setelah Lulus, Anak Muda Bertahan di Tengah Ketidakpastian. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 14 Mei 2025 - Setelah lulus sekolah, banyak anak muda Indonesia terjebak dalam fase transisi yang membingungkan.

Tidak sedikit dari mereka belum kuliah, belum bekerja, dan menghadapi masa depan tanpa arah yang pasti.

Salah satunya adalah Azzahra, lulusan sekolah di Jakarta yang hingga kini masih berjuang mencari pekerjaan.

“Aku baru nyari kerja pas baru-baru ini sih. Sebulan aku belum kerja dan masih nyari kerja sampai sekarang. Bisa dibilang ya, satu bulan aku udah nyari kerja, karena sebelumnya pernah kerja juga dan resign karena mau ikut kursus,” ungkap Azzahra.

Ia mengaku kesulitan memenuhi standar yang ditetapkan banyak perusahaan.

“Susah nyari kerja karena kebanyakan kualifikasinya yang agak sulit dan banyak, jadi susah untuk menyesuaikan semuanya,” tambahnya.

Meski demikian, dukungan keluarga menjadi kekuatan yang membuatnya tetap semangat.

“Keluargaku tidak menuntut aku harus langsung cepat-cepat kerja, mereka beranggapan kalau memang sudah ada rezekinya pasti ada jalannya. Tapi dengan kayak gitu aku nggak malas untuk nyari kerja, aku tetap terus berusaha untuk bisa cepat kerja lagi,” jelasnya.

Antara Pilihan Kuliah dan Dunia Kerja

Bagi sebagian lulusan, sekolah memberikan bekal dasar untuk masuk dunia kerja. Seperti Raina, lulusan muda yang kini sudah bekerja, merasakan manfaat dari materi-materi yang diajarkan di sekolah.

“Pasti dong, aku di sekolah diajarin cara bikin CV, some editing application, dan itu sekarang dipake di kerjaan aku juga. Also besides that, an attitude has been taught in school,” ujarnya.

Namun, tidak semua merasa siap mengambil keputusan besar seperti memilih kuliah atau langsung kerja. Ketidakpastian dan tekanan ekonomi sering menjadi hambatan.

Baca Juga:  Benarkah Pendidikan di Indonesia Belum Mampu Seimbangi Pesatnya Kemajuan Teknologi?

Anisa, lulusan lain dari Jakarta, mengaku takut salah pilih.

“Ada banget, aku takut salah ambil keputusan trus berujung nyesel dan malah ngejalanin pilihan yang salah,” kata Anisa.

Keterbatasan biaya kuliah pun membuat banyak anak muda menunda pendidikan tinggi dan memilih bekerja, meskipun itu pun tidak selalu mudah.

Raina merasakan culture shock saat pertama kali terjun ke dunia kerja.

“Culture shock pas kerja salah satunya banyak aturan-aturan yang harus ditaatin, and we can’t express freely when maybe we have a bad day karena akan selalu ketemu customer,” jelasnya.

Pelatihan Jadi Harapan Baru

Meski belum mengikuti pelatihan resmi dari pemerintah, Azzahra melihat manfaat dari program vokasional yang diikuti teman-temannya.

“Temenku ada beberapa yang ikut program itu dan menurutku efektif karena mereka kebanyakan selesai ikut pelatihan itu langsung kerja,” katanya.

Program pelatihan dinilai bisa menjadi jembatan yang membantu para lulusan mengisi celah antara sekolah dan dunia kerja.

Di sisi lain, keinginan untuk kuliah tetap ada, seperti diungkapkan Raina yang tertarik pada program Ausbildung.

“Aku mau kuliah. Especially called Ausbildung. Karena aku mau merasakan pertama gimana sih dunia kerja itu sebelum aku terjun ke dunia kerja di luar negeri,” ujarnya.

Namun, banyak lulusan memilih fokus pada satu hal lebih dulu, baik kerja maupun kuliah. Azzahra, misalnya, lebih memilih fokus kuliah saat waktunya tiba.

“Kalau kuliah, bakal fokus ke kuliah dulu. Aku tipe orang yang cuma mau fokus ke satu hal aja,” katanya.

Sedangkan Anisa ingin menjalani keduanya demi membantu meringankan beban keluarga.

“Kalau bisa kuliah sambil kerja aku jalanin keduanya, supaya tidak membebani orang tua terkait biaya kuliah,” tambahnya.

Baca Juga:  Marak Kekerasan Seksual di Sekolah, Ini Trauma yang Bisa Dialami Anak!

Menata Masa Depan dengan Usaha dan Dukungan

Dengan bekal pengetahuan dari sekolah, pengalaman kerja awal, serta dukungan dari keluarga, para lulusan muda Indonesia terus mencari jalan terbaik dalam menata masa depan mereka.

Di tengah tantangan ekonomi dan ketidakpastian, semangat dan usaha tetap menjadi modal utama yang mereka pegang.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending