Connect with us

Berita

Link Download Buku Sejarah Indonesia yang Baru Dirilis Kemenbud

Lima jilid buku Sejarah Indonesia resmi diluncurkan Kemenbud. Simak daftar jilid, isi buku, dan link download gratisnya.

Logompn

Published

on

Link Download Buku Sejarah Indonesia yang Baru Dirilis Kemenbud
Link Download Buku Sejarah Indonesia yang Baru Dirilis Kemenbud. Gambar: YouTube/KEMENBUD

MPN Indonesia 4 September 2026 - Kementerian Kebudayaan resmi meluncurkan lima jilid pertama buku sejarah berjudul Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global pada Senin (31/8) di Jakarta.

Peluncuran dilakukan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai bagian dari pembaruan historiografi nasional setelah hampir dua dekade.

“Seluruh berkas buku yang diluncurkan hari ini, dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat luas, melalui platform digital pustakabudaya.id,” ujar Fadli Zon, dikutip MPN Indonesia dari YouTube KEMENBUD pada Jumat (4/9).

Buku Sejarah Indonesia Resmi Dirilis Kemenbud

Peluncuran lima jilid pertama menjadi penyempurnaan dari soft launching yang sebelumnya dilakukan pada 14 Desember 2025.

Fadli Zon mengatakan karya tersebut merupakan hasil penyempurnaan menyeluruh sejak peluncuran awal.

Menurutnya, pembaruan dilakukan untuk menghadirkan pemutakhiran sejarah Indonesia secara komprehensif.

“Kita meresmikan seri Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global, satu karya historiografi bangsa yang disempurnakan secara menyeluruh sejak soft launching pada tanggal 14 Desember 2025 yang lalu,” kata Fadli Zon.

Penyusunan buku sejarah ini melibatkan 123 pakar dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga independen di Indonesia.

Fadli Zon menegaskan Kementerian Kebudayaan hanya berperan sebagai fasilitator selama proses penyusunan.

“Substansi, metodologi, dan narasi sepenuhnya diserahkan kepada para sejarawan secara independen kepada tim penulis untuk menjaga objektivitas, kebebasan akademik,” ujarnya.

Link Download Buku Sejarah

Lima jilid pertama telah tersedia untuk diakses melalui situs pustakabudaya.id.

Buku fisik akan dicetak secara terbatas dan didistribusikan ke perpustakaan.

Berikut lima jilid yang telah dirilis:

Baca Juga:  Viral! Murid di Papua Rayakan Kelulusan dengan Menggendong Guru Mereka

Pemerintah menyebut lima jilid pertama memiliki ketebalan hampir 5.000 halaman.

Sementara itu, lima jilid berikutnya masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan diluncurkan pada September hingga Oktober 2026.

Fadli Zon menjelaskan naskah seluruh buku sejarah sebenarnya telah selesai pada akhir 2025.

Namun, proses tambahan masih diperlukan sebelum diterbitkan.

“Secara teks, sebenarnya sudah selesai pada akhir tahun lalu, sesuai dengan jadwal. Tapi ternyata teks saja tidak cukup, perlu untuk melakukan juga satu proofreading, editing,” kata Fadli Zon.

Isi Lima Jilid Sejarah Indonesia

Kelima jilid membahas perkembangan Nusantara dari masa awal kehidupan manusia hingga terbentuknya negara kolonial.

Ruang lingkup masing-masing jilid meliputi:

  • Jilid I: Perjalanan awal manusia di Nusantara, migrasi, adaptasi lingkungan, teknologi, serta perkembangan budaya dan kepercayaan.
  • Jilid II: Hubungan Nusantara dengan India, Tiongkok, dan Persia melalui perdagangan, kerajaan, serta jaringan maritim.
  • Jilid III: Perkembangan Islam di Nusantara melalui jalur perdagangan maritim dan lahirnya berbagai kesultanan.
  • Jilid IV: Interaksi awal dengan bangsa Barat, persaingan perdagangan, diplomasi, peperangan, hingga perlawanan kerajaan-kerajaan Nusantara.
  • Jilid V: Pembentukan negara kolonial setelah runtuhnya VOC, termasuk perubahan administrasi, ekonomi, hukum, serta berbagai perlawanan masyarakat.

Selain memperbarui materi, buku sejarah ini juga menggunakan pendekatan multidisipliner.

Pembahasannya mencakup sejarah lingkungan, gender, memori kolektif, dan studi postkolonial.

Menurut Fadli Zon, perspektif yang digunakan menempatkan Indonesia sebagai subjek aktif dalam perjalanan sejarah Indonesia.

“Buku ini menempatkan Indonesia sebagai subyek aktif, Indonesia sentris, perspektif orang Indonesia, bukan perspektif kolonial,” ujarnya.

Penyunting utama penulisan buku, Singgih Tri Sulistyo, mengatakan perspektif maritim menjadi salah satu benang merah dalam penyusunan historiografi tersebut.

“Nanti harapannya narasi sejarah yang dihasilkan akan mendukung semangat kohesivitas sebagai sebuah bangsa yang kita tahu. Bagaimana Indonesia sekarang ini dengan beragam kebebasan dunia digital efek negatifnya adalah ada kekuatan tertentu yang mungkin menyebabkan gejala disintegrasi,” kata Singgih.

Baca Juga:  Cara Cerdas Pakai AI untuk Bantu Siswa Belajar, jadi Gak Ketergantungan!

Fadli Zon juga menyampaikan pemerintah telah menyiapkan sistem pengamanan untuk berkas digital agar isi buku tidak mudah diubah.

“Ini sudah ada watermark, sudah dienkripsi, supaya enggak diutak-atuk, diubah-ubah gambarnya oleh orang yang mungkin iseng-iseng,” kata Fadli Zon.

(AKM/NID/RAD)

Trending