Berita
Mengapa Peran Ayah di Indonesia Masih Sangat Minim?
Minimnya peran ayah dalam pengasuhan anak di Indonesia masih menjadi persoalan krusial yang belum sepenuhnya teratasi.
MPN Indonesia 16 Juli 2025 - Minimnya peran ayah dalam pengasuhan anak di Indonesia masih menjadi persoalan krusial yang belum sepenuhnya teratasi.
Hal ini dikonfirmasi oleh Psikolog Klinis A. Kasandra Putranto yang mengatakan bahwa ayah di Indonesia memang banyak yang belum memahami betapa pentingnya peran mereka dalam kehidupan sang anak.
“Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, khususnya dalam momen penting seperti hari pertama sekolah, masih tergolong minim di Indonesia,” ucap Kasandra kepada MPN Indonesia, Senin (14/7).
Tantangan Psikososial bagi Ayah di Indonesia
Kurangnya keterlibatan ayah dalam mendidik anak dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah tantangan psikososial yang ada di Indonesia.
Menurut Kasandra, ada beberapa contoh tantangan psikososial yang menyebabkan peran ayah di Indonesia sangat minim, yaitu:
Norma Gender Tradisional
Masyarakat Indonesia masih hidup dalam budaya patriarkal yang memposisikan ayah hanya sebagai pencari nafkah dan ibu sebagai pengasuh.
“Hal ini membatasi ruang ayah untuk terlibat secara emosional,” kata Kasandra.
Tuntutan Ekonomi dan Waktu
“Beban kerja yang tinggi dan keterbatasan waktu menyebabkan ayah sulit hadir secara langsung dalam kehidupan harian anak, termasuk di momen penting,” jelas Kasandra.
Kurangnya Literasi Pengasuhan
Ayah di Indonesia, kata Kasandra, memiliki akses yang minim terhadap edukasi pengasuhan dan kecerdasan emosional.
Hal ini lah yang kemudian membuat mereka tak menyadari betapa pentingnya peran ayah dalam perkembangan psikologis anak.
“Daniel Goleman (1995) menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membantu anak membangun kecerdasan emosional sejak dini,” ujar Kasandra.
Tekanan Sosial dan Stigma
Mirisnya, budaya masyarakat Indonesia saat ini justru memandang buruk ayah yang aktif terlibat mengurus anak.
Mereka kerap dianggap tidak maskulin atau produktif secara ekonomi hanya karena ikut terlibat mengasuh anak.
Minimnya Dukungan Kebijakan dan Representasi Media
Menurut Kasandra “kurangnya kebijakan seperti paternity leave dan rendahnya representasi ayah sebagai pengasuh utama dalam media memperkuat anggapan bahwa peran ayah dalam pengasuhan tidak krusial”.
Peran Lembaga Non-Pemerintah
Lembaga non-pemerintah (LNGO) memegang peranan penting dalam membentuk budaya ayah yang aktif dalam pengasuhan anak.
Beberapa peran strategis LNGO menurut Kasandra meliputi:
Edukasi dan Kampanye Publik
- Mengadakan pelatihan, seminar, dan kampanye media untuk membentuk persepsi baru.
- Memberikan contoh melalui pendekatan teori belajar sosial yang menekankan pentingnya modeling dalam perubahan perilaku.
Pembentukan Komunitas Ayah
- Menyediakan ruang aman untuk berbagi pengalaman dan memperkuat identitas sebagai pengasuh.
Advokasi Kebijakan Publik
- Mendorong kebijakan yang mendukung peran ayah, seperti cuti ayah dan sistem kerja fleksibel yang mendukung peran pengasuhan ayah.
Riset dan Dokumentasi
- Melakukan penelitian berbasis bukti untuk mendorong reformasi kebijakan yang lebih inklusif terhadap peran ayah.
Kolaborasi dengan Sektor Swasta dan Media
- “Melalui kerja sama dengan perusahaan dan media, LNGO dapat memperluas jangkauan pengaruh budaya ayah yang aktif dalam kehidupan publik dan domestik,” kata Kasandra.
Peran Masyarakat Sipil
Masyarakat sipil juga memiliki peran penting dalam mendorong keterlibatan ayah melalui berbagai inisiatif, antara lain:
Membangun Komunitas Ayah di Tingkat Lokal
- “Masyarakat dapat membentuk kelompok diskusi atau komunitas pengasuhan yang inklusif bagi ayah. Ruang ini dapat digunakan untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan praktik baik dalam peran ayah sebagai pengasuh,” ucap Kasandra.
Mengangkat Narasi Positif lewat Media Sosial
- Masyarakat bisa menyebarkan kisah dan konten edukatif tentang peran ayah di ruang publik digital.
Mendorong Kegiatan Pengasuhan Bersama
- Menginisiasi acara komunitas seperti kelas orang tua atau pelatihan keterampilan pengasuhan anak.
Menjalin Kolaborasi Lintas Komunitas
- Bekerja sama dengan komunitas ibu, guru, dan penggerak pendidikan untuk memperkuat dukungan kolektif. Hal ini bisa mendorong kesadaran mengenai peran penting ayah.
Mengubah Praktik Sosial di Lingkungan
- Mengajak ayah terlibat dalam kegiatan anak, baik di sekolah maupun lingkungan sekitar.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
