Connect with us

Berita

Menhub Kaji KRL 24 Jam Usai Ramai Fenomena Pekerja Tidur di Stasiun

Menhub Dudy Purwagandhi mengkaji kemungkinan KRL beroperasi 24 jam setelah muncul fenomena pekerja yang menginap di Stasiun Cikarang karena tertinggal jadwal terakhir.

Logompn

Published

on

Menhub kaji krl 24 jam usai ramai fenomena pekerja tidur di stasiun
Ilustrasi Potret Kereta Rel Listrik (KRL) atau commuter line. Gambar : Unsplash/Raditya Putra Mahardika

MPN Indonesia 20 November 2025 - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji kemungkinan pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) atau commuter line selama 24 jam.

Kajian ini muncul setelah viralnya fenomena pekerja yang menginap di Stasiun Cikarang karena tertinggal jadwal KRL terakhir.

Dudy menjelaskan bahwa rencana ini membutuhkan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT KAI Commuter, karena operasional 24 jam memerlukan kajian teknis serta perhitungan biaya.

“Perihal itu, nanti saya coba koordinasi dengan KAI dan KAI Commuter ya, apakah perlu KRL dapat beroperasi 24 jam untuk mengakomodir hal itu. Tapi tentunya, mereka perlu pengkajian dan semacamnya,” ujar Dudy kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (18/11).

Ia menambahkan bahwa aspek biaya menjadi faktor penting dalam pembahasan tersebut.

“Intinya, kami mesti tanya sama KAI dulu, cost-nya bagaimana kalau KRL beroperasi 24 jam, cost-nya seperti apa, solusinya bagaimana,” lanjutnya.

Fenomena Pekerja Menginap di Stasiun Cikarang

Rencana kajian operasional 24 jam ini dipicu oleh unggahan viral yang memperlihatkan pekerja malam tertidur di area pintu masuk Stasiun Cikarang.

Mereka tidak sempat mengejar jadwal terakhir KRL menuju Jakarta dan harus menunggu kereta pertama yang beroperasi kembali pada pukul 04.00 WIB.

Fenomena tersebut pertama kali diunggah melalui akun Instagram @c***********a pada (29/9).

Dalam unggahan itu, terlihat para penumpang tidur beralaskan jaket dan tas mereka di lantai stasiun karena tidak ada lagi transportasi menuju Jakarta pada malam hari.

Menhub menegaskan bahwa pihaknya juga sedang mempertimbangkan opsi lain untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca Juga:  Pemerintah Resmi Keluarkan SE Larangan Perusahaan Tahan Ijazah Karyawan

“Saya mesti tanya sama KAI, cost-nya kan mereka harus hitung juga. Apakah dengan mengaktifkan kereta 24 jam cost-nya seperti apa, atau ada solusi lain,” jelas Dudy.

Koordinasi Pemerintah dan Operator KRL

Kementerian Perhubungan akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator prasarana dan PT KAI Commuter sebagai operator layanan KRL Jabodetabek.

Dudy menjelaskan bahwa setiap kebutuhan masyarakat akan ditampung dan dibahas bersama operator terkait.

“Setiap apa yang menjadi keperluan masyarakat ya kita tampung dulu, kemudian koordinasikan dulu ke operator terkait, karena ini juga nantinya mempengaruhi perawatan KRL itu sendiri,” pungkas Dudy.

Dalam proses kajian ini, biaya operasional, teknis perawatan, dan efektivitas layanan akan menjadi pertimbangan untuk menentukan langkah kebijakan pemerintah selanjutnya terkait operasional commuter line.

(AKM/NID/RAD)

Trending