Connect with us

Berita

Mentan Angkat Bicara usai Dikritik saat Bandingkan Harga Beras di Jepang dengan Indonesia

Mentan Andi Amran angkat bicara setelah menuai kritik publik terkait pernyataannya yang membandingkan kenaikan harga beras di Indonesia dengan Jepang.

Logompn

Published

on

Mentan angkat bicara usai kena semprot netizen saat bandingkan harga beras di jepang dengan indonesia
Mentan Angkat Bicara usai Kena Semprot Netizen saat Bandingkan Harga Beras di Jepang dengan Indonesia | Gambar: Instagram/@a.amran_sulaiman

MPN Indonesia 25 Agustus 2025 - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat bicara setelah menuai kritik dari publik terkait pernyataannya yang membandingkan harga beras di Indonesia dengan Jepang.

Dalam klarifikasinya yang disampaikan melalui video pada Minggu (24/8), Amran menegaskan bahwa tudingan dirinya tidak peduli terhadap kenaikan harga beras di dalam negeri merupakan hasil framing pihak tertentu.

“Kepada seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai dan saya banggakan. Perlu kami sampaikan, informasi yang beredar di-framing, sengaja di-framing bahwa kami tidak peduli terhadap naiknya harga beras,” ujar Amran dalam video tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Senin (25/8).

Klarifikasi Mentan

Mentan Amran juga menyatakan bahwa pemerintah sudah berupaya untuk menstabilkan harga beras, salah satunya dengan menggandeng Perum Bulog dalam operasi pasar.

Dari operasi pasar tersebut, pemerintah telah menggelontorkan sebanyak 1,3 juta ton dengan harga Rp12.000 per kilogram.

“Saudaraku, bukti nyata satu lagi, bahwa kami sangat peduli dengan kenaikan harga beras, dan peduli pada konsumen. Kami pertaruhkan segalanya demi konsumen, demi petani Indonesia,” ujarnya.

Di samping itu, Kementerian Pertanian juga menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) menjadi Rp6.500 per kilogram sebagai bentuk keberpihakan terhadap petani.

Ia juga menyebutkan bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras, dengan cadangan stok nasional saat ini mencapai lebih dari 4 juta ton.

“Alhamdulillah, hasilnya hari ini yang kita syukuri adalah, bahwa NTP, kesejahteraan petani meningkat. Kemudian yang tidak kalah pentingnya sebagai anak bangsa, kita tidak impor lagi,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa pernyataannya mengenai harga beras di Jepang bertujuan untuk mengajak masyarakat bersyukur dan bukan untuk mengabaikan kondisi dalam negeri.

Baca Juga:  Harga Beras di 200 Daerah Naik, Ada yang Tembus Rp60 Ribu per Kg!

“Adapun kami menyebut bahwa Jepang itu kenaikan harga beras cukup tinggi. Artinya, kita patut mensyukuri, tetapi kami mewakili pemerintah harus bekerja keras menurunkan harga,” tutur Amran.

Kritik DPR atas Pernyataan Mentan

Sebelumnya, kritik terhadap Amran muncul dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI pada Kamis (21/8) saat menyatakan bahwa masyarakat terlalu reaktif terhadap kenaikan harga beras, padahal di Jepang harga beras telah mencapai Rp100.000 per kilogram.

“Sekarang ini baru naik sedikit saja ribut. Jepang sudah Rp100 ribu per kg harga beras hari ini,” kata Amran dalam rapat tersebut.

Pernyataan itu langsung ditanggapi Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, yang menyatakan bahwa membandingkan harga beras Indonesia dengan Jepang tidak tepat mengingat perbedaan pendapatan per kapita.

“Nggak bisa dibandingkan dengan Jepang. Pendapatan per kapita kita juga sudah lain, Pak,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan data dari Kementerian Perdagangan yang menunjukkan bahwa dalam sebulan terakhir, harga beras mengalami kenaikan.

Beras medium naik 0,67 persen menjadi Rp15.100 per kilogram, dan beras premium naik 0,60 persen menjadi Rp16.800 per kilogram.

Untuk meredam kenaikan harga tersebut, pemerintah menyalurkan 1,3 juta ton beras melalui tujuh jalur distribusi, di antaranya lewat pasar rakyat, koperasi, outlet binaan pemerintah daerah, Gerakan Pangan Murah, serta ritel modern.

(AKM/NID/RAD)

Trending