Connect with us

Berita

Patok Tarif Parkir Rp60 Ribu, Jukir Liar di Tanah Abang Diamankan Polisi

Polisi mengamankan lima jukir liar di Tanah Abang, Jakarta Pusat, usai viralnya keluhan warga mengenai tarif parkir Rp60 ribu.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 17t140124.368
Kanit Reskrim Polsek metro Tanah Abang, Kompol Maratua Malau saat tangkap jukir liar di Tanah Abang, Selasa (15/4) | Gambar: MPN Indonesia/Syarif

MPN Indonesia 17 April 2025 - Polisi mengamankan lima juru parkir liar di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menyusul viralnya keluhan warga mengenai pungutan liar tarif parkir hingga Rp60 ribu.

Lima jukir liar itu diamankan oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanah Abang pada Selasa sore (15/4), di kawasan Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam video viral yang beredar, seorang wanita yang berkunjung ke pasar Tanah Abang menyatakan keterkejutannya saat diminta membayar jasa parkir sebesar Rp60 ribu.

Padahal, menurut pengakuannya, ia hanya parkir di lokasi untuk beberapa jam saja.

Polisi Sita Barang Bukti

Dari para jukir liar tersebut, petugas menemukan barang bukti berupa uang tunai hampir Rp600 ribu yang diduga hasil dari pungutan liar terhadap pengguna lahan parkir tidak resmi.

“Yang jelas kita melakukan pengamanan terhadap beberapa petugas parkir. Nanti akan interogasi, kita tanya apa-apa yang dilakukan,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, Kompol Maratua Malau kepada MPN Indonesia.

Maratua menjelaskan tarif parkir yang dipatok jukir liar tersebut tak menentu karena hanya asal sebut.

“Kita amankan lima orang, tidak, biasanya mereka memberikan harga sesuai sebut saja, seperti viral kemarin sekitar Rp60 ribu,” tegas Maratua.

Kantongi Rp500 Ribu per Hari

Salah seorang jukir, Rasyid, mengaku bahwa dalam sehari dirinya bisa memperoleh hingga Rp500 ribu dari hasil menjaga lahan parkir liar tersebut.

Ia menyebut bahwa uang tersebut disetorkan kepada seseorang bernama Daeng. Biasanya, Rasyid diberi upah Rp100 ribu per hari.

“Saya ikut kerja sama Daeng aja. Yang di sini cuma kerja nggak tahu, nggak tentu, kadang Rp500 sehari. Saya dikasih Rp100 ribu, udah bersih. Iya, semenjak bulan puasa aja sampai sekarang, saya satu orang,” ujar Rasyid.

Baca Juga:  Tiga Orang Ditangkap terkait Dugaan Eksploitasi Anak dan TPPO di Bendungan Hilir

(SYA/NID/RAD)

Trending