Berita
Pelaku Bullying Timothy Mahasiswa Unud Dikeluarkan dari Program Koas
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dikeluarkan dari program koas di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar.
MPN Indonesia 20 Oktober 2025 - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud) dikeluarkan dari program koas di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar.
Keputusan ini diambil menyusul kabar terkait keterlibatannya dalam tindak bullying terhadap Timothy Anugerah Saputra (22), korban bunuh diri yang juga merupakan mahasiswa Unud.
RSUP Prof Ngoerah Ambil Tindakan Tegas
Plt Direktur Utama RSUP Prof Ngoerah, I Wayan Sudana, dalam keterangan tertulis pada Minggu (19/10), menyatakan bahwa pihak rumah sakit memutuskan untuk mengembalikan mahasiswa yang bersangkutan ke kampus.
“RS Ngoerah mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi,” ujar Sudana dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia pada Senin (20/10).
Sudana juga menegaskan bahwa mahasiswa peserta program koas yang sedang menjalani pendidikan klinis di RSUP Prof Ngoerah tidak dapat dianggap mewakili institusi rumah sakit.
“Kami tegaskan kembali bahwa mereka adalah peserta didik yang sedang belajar di RS Ngoerah. Bukan sebagai karyawan RS Ngoerah sehingga tidak bisa disebut mewakili RS Ngoerah,” lanjutnya.
Sementara itu, Manajer Hukum dan Humas RSUP Prof Ngoerah, Dewa Ketut Kresna, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat mengungkap identitas mahasiswa yang terlibat karena masih menunggu hasil pendalaman dari Unud.
“Kalau nama kami belum berani sebut ya, karena masih pendalaman dari Unud,” ujar Kresna.
Timothy Tewas usai Lompat dari Lantai 4
Timothy Anugerah Saputra (22), mahasiswa semester VII Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Udayana, ditemukan meninggal dunia setelah melompat dari lantai empat Gedung FISIP pada Rabu (15/10) sekitar pukul 09.00 WITA.
Ia sempat dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.03 WITA akibat pendarahan internal.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban terlihat panik saat muncul dari arah pintu lift. Ia membawa tas ransel dan mengenakan baju putih.
“Terlihat seperti orang panik dan seperti melihat-lihat situasi sekitar kampus,” ujar Sukadi pada Kamis (16/10).
Setelah kejadian, tangkapan layar percakapan grup WhatsApp mahasiswa beredar luas di media sosial.
Dalam percakapan tersebut, korban menjadi bahan ejekan oleh sejumlah mahasiswa lintas fakultas, di antaranya dari FISIP, FKP, dan Fakultas Kedokteran. Bahkan beberapa pelaku diketahui aktif di organisasi kemahasiswaan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
