Connect with us

Berita

Pemprov Jakarta bakal Keluarkan Surat Edaran agar Pekerja WFH jika Terjadi Banjir

Pemprov DKI Jakarta akan menerbitkan surat edaran untuk mengimbau pelaksanaan WFH jika banjir melanda wilayah Jakarta pada hari kerja.

Adinda

Published

on

Pemprov Jakarta bakal Keluarkan Surat Edaran agar Pekerja WFH jika Terjadi Banjir
Pemprov DKI bakal keluarkan SE WFH jika banjir | Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 14 Desember 2024 - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerbitkan surat edaran untuk mengimbau pelaksanaan kebijakan work from home (WFH) jika banjir melanda wilayah Jakarta pada hari kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) DKI Jakarta, Hari Nugroho menyampaikan bahwa surat edaran tersebut akan disesuaikan dengan situasi saat banjir terjadi. Kebijakan ini mengacu pada langkah serupa yang diterapkan saat pandemi COVID-19.

“Kemarin sempat ya Pak Gubernur ya, kalau memang itu hujan, banjir, nanti dari kita lihat situasi, nanti kita berikan surat edaran. Seperti kayak waktu COVID, jadi kita buat surat edaran,” ujar Hari, Kamis (12/12) .

Berlaku bagi ASN, Anak Sekolah, dan Kemungkinan Pekerja Swasta

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi menjelaskan bahwa kebijakan WFH ditujukan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan siswa sekolah.

Teguh menyebutkan bahwa kementerian serta lembaga lain juga diharapkan dapat menerapkan kebijakan serupa untuk meminimalkan dampak banjir pada hari kerja.

“Andai kata memang banjirnya misalnya terjadi banjir terjadi di hari weekday, kami juga mungkin akan mempertimbangkan, mengeluarkan atau menerbitkan kebijakan work from home,” kata Teguh.

“Syukur-syukur juga bisa di kementerian/lembaga, karena banjir di weekday risikonya, dampaknya berbeda dengan banjir di saat weekend,” tambahnya.

Pemprov DKI Lakukan Modifikasi Cuaca

Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi potensi banjir akibat curah hujan tinggi.

Salah satu langkah utama adalah operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga:  Tiga Taman di Blok M bakal Digabung, Telan Biaya Rp50 Miliar

“Modifikasi ini akan mengurangi curah hujan yang berlebihan, tidak bisa meniadakan, tidak mungkin, tetapi dapat mengurangi, dan itu mengurangi beban terhadap infrastruktur air yang ada di wilayah Jabodetabek,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, Selasa (10/12).

Gunakan Dana Anggaran BPBD DKI

Operasi ini menggunakan pesawat jenis Britten Norman PN2T, yang mampu menyemai hingga 3.200 kilogram bahan modifikasi cuaca setiap harinya.

Pendanaan program tersebut berasal dari anggaran BPBD DKI dan dilaksanakan dengan koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Teguh, operasi ini menjadi bagian penting dari mitigasi banjir di Jabodetabek, terutama saat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi peningkatan curah hujan hingga puncaknya pada (15/12).

BMKG memperkirakan curah hujan dapat mencapai 100 mm saat puncak cuaca ekstrem tersebut.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending