Connect with us

Berita

Pencarian Ditutup, BNPB Pastikan Seluruh Korban Runtuhan Ponpes Al Khoziny Telah Ditemukan

BNPB menutup operasi pencarian pada hari ke sembilan usai seluruh korban ambruknya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Logompn

Published

on

Operasi resmi ditutup, bnpb pastikan seluruh korban runtuhan ponpes al khoziny sudah ditemukan
BNPB Pastikan Seluruh Korban Runtuhan Ponpes Al Khoziny Sudah Ditemukan | Gambar: Instagram/@kantorsar_surabaya

Jawa Timur, MPN Indonesia 7 Oktober 2025 - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menutup operasi pencarian pada hari ke sembilan usai seluruh korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, menyatakan bahwa total 63 jenazah telah dievakuasi dari lokasi kejadian.

“Seluruh jenazah sudah ditemukan. Dari total itu, 61 dalam kondisi utuh dan ada tujuh berupa potongan tubuh,” ujarnya kepada wartawan di posko tanggap darurat Ponpes Al Khoziny pada Selasa (7/10).

Area Ambruknya Ponpes Dipastikan Telah Steril

Budi menyatakan bahwa dari hasil identifikasi sementara, semua jenazah diperkirakan berasal dari dalam ponpes yang kini sudah rata dari tanah.

Area reruntuhan telah dinyatakan steril dari material bangunan sehingga sangat kecil kemungkinan masih ada jenazah yang tertinggal di sana.

Namun, kepastian jumlah akhir korban secara resmi masih menunggu hasil proses identifikasi lanjutan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk mencocokkan bagian tubuh yang ditemukan dengan dua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.

“Dari sisi teknis, operasi Basarnas telah dianggap selesai karena tidak ada lagi tanda-tanda korban di bawah reruntuhan. Namun kepastian jumlah korban secara resmi baru dapat dipastikan setelah proses DVI selesai,” kata Budi.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii juga memastikan bahwa area ponpes yang ambruk telah steril dan tidak ada lagi korban yang belum ditemukan.

Meski begitu, dua ekskavator dan satu crane masih berada di lokasi sebagai bagian dari penuntasan pembersihan akhir.

“Kita pastikan bahwa kejadian ini terisolasi dalam satu titik. Jadi saya sampaikan kepada teman-teman bahwa kejadian ini pertama waktunya jelas, titiknya jelas, kondisi kejadiannya juga jelas,” tegasnya.

Baca Juga:  Pengusaha Ganti Nama Sound Horeg jadi Sound Karnaval: Harapannya Tak Gaduh Lagi

(AKM/NID/RAD)

Trending