Connect with us

Berita

Bawa Kompor dan Panci, Warga Bogor Gelar Aksi Unjuk Rasa di Balai Kota

Warga Kampung Babakan Baru menggelar aksi protes di Balai Kota Bogor untuk menuntut kejelasan status tanah mereka.

Logompn

Published

on

Bawa Kompor dan Panci, Warga Bogor Gelar Aksi Unjuk Rasa di Balai Kota
Bawa Kompor dan Panci, Warga Bogor Gelar Aksi Unjuk Rasa di Balai Kota. Gambar : KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah

MPN Indonesia 12 November 2024 - Sejumlah warga Kampung Babakan Baru, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, melancarkan aksi protes di halaman Kantor Balai Kota Bogor pada Senin (11/11).

Demonstrasi dan aksi massa ini digelar untuk menuntut kejelasan status tanah yang selama puluhan tahun mereka tinggali.

Aksi ini menarik perhatian dengan kehadiran berbagai peralatan dapur, seperti kompor, tabung gas tiga kilogram, penggorengan, dan panci, yang digunakan warga untuk memasak langsung di lokasi.

Hal ini menjadi simbol bahwa tanah tersebut telah lama mereka anggap sebagai tempat tinggal.

Aksi Demonstrasi dengan Nuansa “Dapur Umum”

Dalam pantauan lapangan, para peserta aksi—terutama ibu-ibu—memasak di halaman Balai Kota, menjadikan lokasi protes tersebut layaknya dapur umum.

Mereka menyiapkan berbagai hidangan, termasuk jengkol goreng, ikan cue, dan sambal, sebagai bentuk solidaritas dalam aksi massa ini.

“Lagi goreng jengkol, terus goreng ikan cue. Habis ini mau buat sambal. Buat konsumsi teman-teman yang demo,” ujar seorang peserta yang sedang memasak.

Tiga Tuntutan Utama Warga

Koordinator aksi, Putra Sungkawa, menyampaikan bahwa ada tiga tuntutan utama dalam demonstrasi ini.

Pertama, warga meminta pemerintah kota untuk mengubah status tanah dari status sewa menjadi kavling, sehingga dapat dimiliki warga secara resmi.

Kedua, mereka menuntut penghentian tagihan sewa atas lahan tersebut.

Terakhir, mereka meminta kepastian hukum berupa sertifikat kepemilikan tanah agar status lahan tersebut jelas di mata hukum.

“Kami mendesak Pemkot Bogor untuk segera mengembalikan status tanah sewa warga menjadi kavling,” jelas Putra.

“Selain itu, kami meminta agar tagihan sewa dihentikan dan status tanah ini diakui dengan sertifikat resmi,” tambahnya.

Baca Juga:  Tindak Lanjuti Kasus Keracunan MBG, DPRD Bogor Sambangi Dapur SPPG Bosowa Bina Insani

Tuntutan ini mencerminkan keinginan warga untuk memperoleh hak kepemilikan dan jaminan hukum yang jelas atas tanah yang mereka tempati.

Rencana Bertahan hingga Tuntutan Dipenuhi

Warga menegaskan bahwa aksi demonstrasi ini akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka dipenuhi oleh Pemerintah Kota Bogor.

Sebagai langkah antisipasi, warga membawa tenda besar untuk menginap di halaman Balai Kota.

Dengan tenda ini, peserta aksi, terutama kaum pria, bersedia bergantian bermalam di lokasi sebagai bentuk komitmen dalam memperjuangkan hak mereka.

“Sekarang kami sedang siapkan tenda berukuran besar agar bisa muat banyak warga untuk menginap di sini. Jadi nanti gantian, ibu-ibu pulang terus bapak-bapak yang menginap,” kata Putra.

Trending