Connect with us

Berita

Kapal Tongkang Hantam Kafe di Pinggir Sungai Mahakam hingga Rugi Miliaran, Imbas Hujan Deras dan Angin Kencang

Kapal tongkang Marine Power menabrak kafe di tepi Sungai Mahakam akibat cuaca buruk. Kerugian material mencapai Rp2 miliar.

Actress 1299250

Published

on

Kapal Tongkang Hantam Kafe di Pinggir Sungai Mahakam hingga Rugi Miliaran, Imbas Hujan Deras dan Angin Kencang
Kapal Tongkang Hantam Kafe di Pinggir Sungai Mahakam hingga Rugi Miliaran, Imbas Hujan Deras dan Angin Kencang. Gambar: Tribun Kaltim/Gregorius Agung Salmon

MPN Indonesia 16 Januari 2025 - Sebuah kapal tongkang bernama Marine Power dengan nomor MHKL 205 menabrak sebuah kafe yang terletak di tepi Sungai Mahakam, Kota Samarinda.

Insiden ini terjadi pada Selasa (14/1) 14.00 WITA ini diduga dipicu oleh cuaca buruk berupa hujan deras dan angin kencang.

Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Kronologi Kejadian

Kapal tongkang Marine Power, yang saat itu tidak bermuatan, tengah bergerak dari arah hulu menuju hilir Sungai Mahakam.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Andri (40), peristiwa bermula ketika tali penarik kapal tongkang tersebut putus dari kapal induknya.

Akibat cuaca ekstrem, kapal kehilangan kendali hingga menghantam kafe Tepi Mahakam yang berlokasi di Jalan H. Jahrah RT 10, Kelurahan Sungai Kledang, Kecamatan Samarinda Seberang.

“Saat hujan deras dan angin kencang, haluan kapal terbawa angin ke arah kafe. Tali pengikatnya putus, dan kapal langsung menabrak bangunan,” ungkap Andri.

Suara benturan keras terdengar di lokasi kejadian, disertai bunyi patahan kayu akibat hantaman kapal.

Kejadian ini berlangsung ketika kafe sedang beroperasi.

Sejumlah pengunjung yang berada di dalam kafe segera berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri begitu menyadari adanya bahaya.

Dampak Kerusakan dan Kerugian Besar

Slamet, pemilik kafe yang terdampak, menyampaikan bahwa bangunan kafe mengalami kerusakan parah.

Meja, kursi, hingga tiang penyangga hancur akibat benturan keras.

Slamet memperkirakan kerugian material mencapai Rp2 miliar rupiah.

“Konstruksi kafe ini berbahan kayu yang mahal. Dermaga ini baru saja selesai direnovasi sebulan lalu dengan biaya ratusan juta rupiah,” kata Slamet.

Baca Juga:  Diduga di Bawah Pengaruh Sabu, Mobil Double Cabin Tabrak 24 Motor dan 3 Rumah

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terkait nasib karyawannya yang harus dirumahkan sementara waktu akibat kerusakan ini.

Investigasi oleh Aparat

Setelah insiden terjadi, warga sekitar langsung berupaya menarik kapal tongkang agar tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut.

Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Samarinda segera turun tangan untuk mengamankan lokasi kejadian serta kapal tongkang Marine Power.

Kasat Polairud Polresta Samarinda, AKP Rachmat Aribowo, menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa 15 orang saksi, termasuk kru kapal, pemilik kafe, dan warga yang berada di lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa kapal kehilangan kendali akibat putusnya tali pengikat, yang diperparah oleh cuaca buruk.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, kapal kehilangan kendali karena tali pengikat putus. Cuaca buruk seperti angin kencang dan hujan lebat menjadi faktor utama terjadinya insiden ini,” jelas AKP Rachmat.

Ia menambahkan bahwa kapal tongkang tersebut tidak membawa muatan batu bara saat kejadian berlangsung.

Tidak Ada Korban Jiwa

Meski kerugian material yang ditimbulkan cukup besar, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Satpolairud Samarinda memastikan bahwa investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan tanggung jawab pihak terkait, termasuk agen kapal tongkang.

Menurut Slamet, agen kapal Marine Power telah mengunjungi lokasi kejadian untuk mendiskusikan tanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi terkait kompensasi yang akan diberikan.

Trending