Connect with us

Berita

Polisi Hentikan Penyelidikan Kematian Mahasiswa UKI

Polres Jakarta Timur hentikan penyelidikan kasus kematian mahasiswa UKI, Kenzha Ezra Walewangko.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 25t142738.361
Polres Metro Jakarta Timur saat konferensi pers, Kamis (24/4) | Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 25 April 2025 - Polres Metro Jakarta Timur resmi menghentikan penyelidikan kasus kematian mahasiswa UKI, Kenzha Ezra Walewangko, yang meninggal dunia di area kampus UKI.

Keputusan tersebut diumumkan setelah pihak kepolisian menyatakan tidak menemukan cukup bukti untuk melanjutkan kasus ini ke tingkat penyidikan, Kamis (24/4).

“Kami akan segera buatkan administrasi penghentian tersebut,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly saat konferensi pers.

Penyelidikan Tidak Menemukan Unsur Pidana

Nicolas menjelaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan menggunakan metode scientific crime investigation yang melibatkan berbagai ahli.

“Dalam kasus ini kami melakukan metode scientific crime investigation dengan melibatkan kedokteran forensik, kimia dan biologi forensik, kemudian fisika dan komputer forensik, serta ahli pidana,” ujar Nicolas.

Hasil dari proses tersebut, menurut Nicolas, tidak mendukung dugaan adanya tindak kekerasan atau unsur pidana yang mengarah kepada tindakan penganiayaan.

Oleh karena itu, penyelidikan terhadap kematian Kenzha dinyatakan dihentikan.

“Dari hasil penyelidikan kami, termasuk keterangan saksi-saksi dan pemeriksaan forensik, tidak ditemukan bukti yang cukup untuk menyimpulkan adanya unsur pidana. Oleh karena itu, kasus ini kami nyatakan ditutup,” tegasnya.

Kronologi dan Temuan Lapangan

Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam konferensi pers, korban ditemukan dalam kondisi terjatuh ke dalam selokan di lingkungan kampus UKI.

Dua orang petugas keamanan kampus, berinisial WS dan AJW, menjadi saksi mata utama yang melihat kejadian tersebut dari jarak sekitar satu hingga dua meter.

“Korban jatuh ke dalam selokan, korban tidak bisa berdiri lagi. Yang mengangkat korban dari selokan dua orang saksi sekuriti yaitu WS dan AJW, dua orang sekuriti yang melihat langsung jaraknya kurang lebih 1–2 meter dari korban,” ucap Nicolas.

Baca Juga:  Kapolsek Cileungsi Nyamar jadi Satpam, Tangkap Pengedar Obat Keras di Bogor-Bekasi

Penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh tim forensik dari RS Polri. Arfiani Ika Kusumawati yang menangani pemeriksaan jenazah menjelaskan bahwa hasil analisis menunjukkan kadar alkohol dalam lambung korban sangat tinggi, sementara kadar alkohol dalam darah sangat rendah.

“Itu berarti korban tersebut mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar, yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Alkohol tersebut tidak menyebabkan meninggal, tapi dia berperan penting dalam penurunan kesadaran,” jelas Arfiani.

Arfiani menyebut, orang dengan kesadaran yang baik akan mudah bangun saat terjatuh, sedangkan Kenzha dalam pengaruh alkohol yang sangat tinggi sehingga sudah dalam kondisi lemas.

“Pada saat dia posisi terjatuh, ditambah lagi pengaruh alkohol, ditambah lagi ternyata ketika terjatuh ada luka di kepala, ada luka terbuka, tapi kalau luka tersebut berdiri sendiri itu tidak menyebabkan kematian,” terang Arfiani.

“Tapi ini merupakan suatu rangkaian seperti itu. Jadi, makanya saya pikir meninggalnya adalah karena mekanisme, dia susah bernapas,” imbuhnya.

(ARI/NID/RAD)

Trending