Connect with us

Berita

Prediksi Macet Jakarta Pagi dan Sore saat Ramadan, Jangan Sampai Kejebak di Jam Segini

Ramadan 2026 bikin pola lalu lintas Jakarta berubah. Ini waktu rawan macet dan titik kepadatan berdasarkan pantauan Ditlantas.

Logompn

Published

on

Prediksi Macet Jakarta Pagi dan Sore saat Ramadan, Jangan Sampai Kejebak di Jam Segini
Prediksi Macet Jakarta Pagi dan Sore saat Ramadan, Jangan Sampai Kejebak di Jam Segini. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 20 Februari 2026 - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memprediksi akan terjadi pergeseran waktu kemacetan di Jakarta selama bulan Ramadan 2026.

Kemacetan diperkirakan terjadi pada pagi hari sekitar pukul 09.00–10.00 WIB dan sore hari mulai pukul 14.00 hingga 15.00 WIB.

Pergeseran ini terjadi akibat perubahan jam kerja dan mobilitas warga yang menyesuaikan dengan waktu puasa.

Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, menjelaskan bahwa pola lalu lintas berubah karena banyak masyarakat mulai bekerja lebih siang dan pulang lebih awal.

“Tentunya, dengan kebijakan pemerintah yang melaksanakan kegiatan WFA, termasuk juga kegiatan perkantoran yang dimulai lebih siang, sehingga kemungkinan pergerakan masyarakat lalu lintas itu mungkin kalau di pagi hari antara jam 9 sampai dengan 10,” ujar Robby kepada wartawan pada Rabu (18/2).

“Untuk sore hari, kemungkinan besar karena masyarakat kita banyak yang ingin berbuka puasa bersama keluarga maupun famili, kemungkinan besar di jam 2 maupun jam 3 sore sudah mengalami peningkatan kendaraan yang mengarah ke Bekasi maupun ke daerah selatan,” tambahnya.

Lonjakan kendaraan di sore hari juga disebabkan oleh meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka, seperti ngabuburit dan membeli takjil.

Titik-titik penjualan takjil seperti di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, disebut menjadi salah satu penyebab padatnya lalu lintas.

Strategi Pengaturan Lalu Lintas selama Ramadan

Ditlantas Polda Metro Jaya telah memetakan pola pergerakan masyarakat selama Ramadan untuk mengantisipasi perubahan jam sibuk.

Kompol Robby Hefados menyebutkan bahwa pihaknya telah mengadakan rapat kesiapan internal guna menyusun pola-pola pengamanan dan rekayasa lalu lintas, termasuk penempatan personel di titik-titik rawan macet.

Baca Juga:  Maruarar Sirait: Prabowo dan Jokowi Solid Dukung RK-Suswono di Pilkada Jakarta

“Kami dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sampai dengan tadi sore sudah melaksanakan rapat kesiapan-kesiapan untuk pola-pola pengaturan lalu lintas, termasuk juga pengamanan giat masyarakat selama bulan puasa,” katanya.

Penyesuaian waktu kerja, terutama bagi aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta, turut berdampak pada lalu lintas.

Jam kerja ASN selama puasa dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB (Senin–Kamis), dan sampai pukul 16.30 WIB pada Jumat.

Kondisi ini menyebabkan arus pulang kantor terjadi lebih awal dan menambah volume kendaraan pada siang hingga sore hari.

Menurut Jusri Pulubuhu, Instruktur sekaligus Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting, pada pekan pertama Ramadan, lalu lintas padat terjadi lebih pagi dan sore hari.

“Memang benar akan ada perubahan, apalagi saat awal puasa yang dikaitkan dengan perjalanan atau pengoperasian kendaraan bermotor. Tak terkecuali bagi masyarakat dengan profesi yang bergantung pada kendaraan,” kata Jusri, dikutip MPN Indonesia melalui Kumparan pada Jumat, (20/2).

Ia menyebut, kepadatan sore dimulai sejak pukul 15.00 WIB dan makin meningkat menjelang waktu berbuka.

Kemacetan Berdasarkan Minggu Ramadan

Pergeseran lalu lintas selama Ramadan terbagi menjadi empat fase.

Pada pekan pertama, kemacetan mulai dirasakan sejak pagi karena banyak masyarakat berangkat kerja lebih awal setelah sahur.

Sore hari juga padat karena aktivitas warga meningkat menjelang berbuka dan tarawih.

Di pekan kedua, masyarakat mulai menyesuaikan diri dengan ritme puasa, sehingga jam sibuk menjadi lebih stabil.

Namun, kemacetan tetap tinggi pada sore hari antara pukul 16.00 hingga 18.30 WIB, terutama di jalur menuju pusat kuliner dan pasar takjil.

Memasuki pekan ketiga, kemacetan meningkat lagi karena masyarakat mulai sibuk dengan persiapan Lebaran seperti belanja, mudik lokal, dan buka bersama.

Baca Juga:  Dukung Timnas! Ini 25+ Lokasi Nobar Indonesia vs Bahrain di Jakarta

Lalu lintas padat terjadi dari pukul 14.00 WIB hingga malam hari, khususnya di pusat perbelanjaan dan jalur utama.

Pada pekan keempat, kondisi lalu lintas justru cenderung lebih lengang karena mulai banyak warga yang mudik dan aktivitas kerja berkurang.

Namun, titik kepadatan tetap bisa muncul tiba-tiba, terutama di sekitar terminal, stasiun, dan pusat perbelanjaan.

Dengan pemetaan ini, Ditlantas Polda Metro Jaya berupaya untuk mengoptimalkan pengaturan arus lalu lintas selama Ramadan.

“Pada saat bulan puasa ini tentunya lebih berupaya lebih cepat dalam proses pengaturan pengaturan arus lalu lintas di jalan dan menyesuaikan pergerakan masyarakat,” jelas Robby.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending