Berita
Profil Marsma Fajar Adriyanto, Pilot Jet Tempur yang Meninggal Dunia saat Latihan
Berikut profil lengkap Marsma Fajar Ariyanto, sang pilot jet tempur yang meninggal dunia saat latihan.
MPN Indonesia 4 Agustus 2025 - Marsma TNI Fajar Adriyanto, seorang penerbang tempur TNI AU dengan call sign “Red Wolf”, meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat latih di kawasan Ciampea, Bogor, Jawa Barat, Minggu pagi (3/8).
Pesawat jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan nomor registrasi PK-S126 yang dikemudikannya jatuh sekitar pukul 09.19 WIB, tak lama setelah lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja.
Insiden tragis ini terjadi saat Fajar Adriyanto menjalani misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara.
Ia bertugas sebagai pilot, didampingi kopilot Roni yang mengalami luka berat dan kini masih dirawat.
“Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak dan ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana,” kata Kadispen AU Marsma TNI I Nyoman Suadnyana kepada wartawan, Minggu (3/8).
Pesawat yang digunakan dalam latihan diketahui milik FASI (Federasi Aerosport Seluruh Indonesia) dan dalam kondisi baik sebelum terbang.
“Pesawatnya bagus, selesai sebelum terbang dicek bagus,” ujar Suadnyana.
Profil Marsma Fajar Adriyanto
- Nama: Marsma TNI Fajar Adriyanto
- Pendidikan militer: Lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1992
- Spesialisasi: Penerbang pesawat tempur F-16 Fighting Falcon
- Call sign: Red Wolf
- Posisi terakhir: Perwira tinggi TNI AU
- Jabatan yang pernah diemban:
- Komandan Skadron Udara 3
- Komandan Lanud Manuhua
- Kepala Dinas Penerangan TNI AU (2019–2020)
- Kapuspotdirga
- Aspotdirga Kaskoopsudnas
- Kapoksahli Kodiklatau
- Pabandyaops Sops Kohanudnas
Terlibat dalam Insiden Bawean 2003
Marsma Fajar juga tercatat dalam sejarah penting TNI AU melalui keterlibatannya dalam peristiwa udara di langit Bawean, Jawa Timur, pada 2003.
Saat itu, lima pesawat F/A-18 Hornet milik Angkatan Laut Amerika Serikat menerobos wilayah udara Indonesia tanpa izin, menyebabkan gangguan lalu lintas udara komersial di wilayah Surabaya dan Bali.
Radar Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional mendeteksi keberadaan pesawat asing yang sempat hilang dari radar.
Dua pesawat F-16 dari Lanud Iswahyudi pun dikerahkan untuk melakukan identifikasi visual, namun diperintahkan menghindari konfrontasi.
Komandan Skuadron III Lanud Iswahyudi saat itu, Letnan Kolonel (Pnb) Setiawan, menyebutkan insiden Bawean merupakan peristiwa yang paling ‘panas’.
Dikenal sebagai Sosok yang Pintar dan Hangat
Fajar dikenal sebagai sosok berdedikasi tinggi dan berprestasi. Salah satu pencapaiannya adalah meraih predikat tesis terbaik saat penutupan pendidikan di Sekolah Kajian Pertahanan dan Strategi (SKPS) Universitas Pertahanan Indonesia pada 2012.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan Marsma Fajar merupakan sosok yang bersahaja dan murah hati.
“Beliau itu senyum terus, selalu senyum, bahkan saat menghadapi masalah. Mudah-mudahan ini yang terbaik untuk beliau,” kata Agus usai melayat di rumah duka, Kompleks TNI AU Triloka, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu malam (3/8).
Diketahui, Agus dan Fajar sama-sama menjalankan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI pada 2014.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
