Connect with us

Berita

Remaja Asal Bantul Meninggal Dunia Terseret Arus di Parangtritis saat Berselancar

Remaja asal Bantul meninggal dunia setelah terseret arus saat bermain selancar di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Minggu (19/4).

Logompn

Published

on

Remaja asal Bantul Meninggal Dunia Terseret Arus di Parangtritis saat Berselancar
Remaja asal Bantul Meninggal Dunia Terseret Arus di Parangtritis saat Berselancar. Gambar: Dok. Polres Bantul

MPN Indonesia 22 April 2026 - Remaja asal Bantul, Angger Raditya Nanda P (16), meninggal dunia setelah terseret arus saat bermain selancar di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (19/4).

Korban yang merupakan warga Pandes RT 04, Panggungharjo, Sewon, Bantul, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua operasi pencarian, Senin (20/4) pukul 16.35 WIB.

Ia ditemukan di kawasan Pantai Lorong Cemara, sekitar 3,7 kilometer ke arah barat dari titik awal dilaporkan tenggelam.

“Jasad korban terdampar di sekitar Pantai Lorong Cemara, yang berjarak kurang lebih 3,7 kilometer ke arah barat dari lokasi kejadian perkara (TKP) awal,” ujar Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Polres Bantul.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula ketika korban bersama dua temannya datang ke Pantai Parangtritis pada Minggu (19/4) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu, korban menghampiri seorang temannya yang merupakan atlet selancar dan meminta diajari bermain surfing. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi.

“Korban sempat diberi tahu oleh temannya tersebut, tidak bisa (mengajari) karena harus mengajar orang lain yang sudah berkoordinasi sebelumnya,” kata Humas Kantor SAR Yogyakarta, Pipit Eriyanto.

Tanpa sepengetahuan atlet selancar tersebut, korban kemudian meminjam papan surfing tanpa izin.

Korban bersama satu temannya, Angga Hendra Saputra (16), warga Masahan RT 03, Trirenggo, Bantul, bermain menggunakan satu papan selancar yang tidak sesuai SOP.

Keduanya kemudian terbawa arus ke tengah laut di area rip current.

Rekan korban yang merupakan atlet selancar melihat kejadian tersebut dan berupaya memberikan pertolongan.

Petugas gabungan dari Tim SAR Parangtritis, Satlinmas Jogo Segoro Satpol PP Bantul, Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi III, warga, hingga Ditpolairud Polda Daerah Istimewa Yogyakarta turut melakukan penyelamatan.

Baca Juga:  Terjepit di Antara Batu, Wanita Australia Selamat Setelah 7 Jam dalam Posisi Terbalik

“Petugas menyelamatkan korban dengan berenang ke tengah laut menggunakan papan surfing dan pelampung, satu korban berhasil terselamatkan, namun korban lainnya terbawa jauh ke tengah laut,” ujar Pipit.

Ditemukan Benturan pada Kepala

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal sekitar 24 jam sebelum ditemukan.

Kondisi fisik korban mengindikasikan tanda-tanda tenggelam dan terdapat dugaan benturan pada bagian kepala yang kemungkinan terjadi saat berada di laut.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kaku pada jari tangan dan kulit yang mulai keriput. Terdapat lebam di bagian wajah, bahu, serta punggung, serta luka di kepala bagian belakang yang diduga kuat akibat benturan benda tumpul saat korban terbawa arus kuat di laut,” jelas Iptu Rita.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Identifikasi Polres Bantul, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending