Connect with us

Berita

Sejarah Panjang Bendera Merah Putih: Dijahit Istri Soekarno dari Kain Ini

Bendera Merah Putih memiliki sejarah panjang sejak zaman sebelum kemerdekaan.

Logompn

Published

on

Sejarah panjang bendera merah putih dijahit istri soekarno dari kain ini
Sejarah Panjang Bendera Merah Putih, Lambang Kebanggaan Indonesia | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 Agustus 2025 - Menjelang peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, ada fenomena menarik yang saat ini tengah viral.

Biasanya, masyarakat akan mengibarkan bendera kebangsaan Indonesia, Bendera Merah Putih, untuk memeriahkan perayaan HUT RI.

Namun, kali ini justru ramai seruan penggunaan bendera One Piece sebagai bentuk kritik warga terhadap pemerintah.

Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan bahwa penggunaan bendera One Piece sah-sah saja jika dimaksudkan untuk mengkritik pemerintahan.

Kendati demikian, sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita perlu sadar bahwa bentuk kritik terhadap pemerintah jangan sampai menjadi ajang mencederai lambang negara Indonesia, terkhusus Bendera Merah Putih.

Oleh sebab itu, untuk membangkitkan kembali rasa cinta dan bangga pada Merah Putih, mari kita kilas balik mengenai sejarah Bendera Merah Putih, yang ternyata telah dimulai sejak zaman kerajaan di Indonesia.

Bendera Merah putih Sudah Ada sebelum Kemerdekaan

Sejarah mencatat bahwa warna merah putih telah digunakan sejak masa kerajaan di Nusantara.

Sekitar tahun 1292 M, pasukan Raja Jayakatwang dari Kerajaan Kediri mengibarkan Bendera Merah Putih dalam perang melawan Prabu Kertanegara dari Kerajaan Singasari.

Kemudian pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit abad ke-13 hingga ke-16, Bendera Merah Putih dijadikan lambang kebesaran, seperti yang tercatat dalam kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca, yang menggambarkan bendera ini hadir dalam upacara kebesaran Prabu Hayam Wuruk.

Simbol merah putih juga digunakan di luar Pulau Jawa. Sisingamangaraja IX di Tanah Batak memakainya sebagai bendera perang dengan tambahan gambar pedang kembar Piso Gaja Dompak berwarna putih di tengah.

Baca Juga:  Sejarah Gedung DPR RI, Ternyata Desainnya Terinspirasi dari Burung Garuda

Di Aceh, bendera merah putih digunakan para pejuang dengan hiasan matahari, bintang, bulan sabit, dan ayat suci.

Di Sulawesi Selatan, Kerajaan Bone menjadikan bendera merah putih yang dikenal dengan nama Woromporang sebagai simbol kekuasaan.

Warna Merah Putih Disepakati sebagai Bendera Indonesia

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Sekretariat Negara, saat pendudukan Jepang, Perdana Menteri Kuniaki Koiso pada 7 September 1944 mengumumkan rencana kemerdekaan bagi Indonesia.

Beberapa hari kemudian, pada 12 September 1944, Chuuoo Sangi In menggelar sidang tidak resmi yang dipimpin oleh Soekarno untuk membahas bendera nasional dan lagu kebangsaan.

Sidang menghasilkan keputusan untuk menggunakan bendera merah putih sebagai bendera negara dan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan.

Ki Hajar Dewantara membentuk panitia untuk meneliti bendera dan lagu kebangsaan.

Dari hasil penelitian, disepakati bentuk bendera merah putih adalah empat persegi panjang dengan lebar 2/3 dari panjangnya, bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih, mengacu pada bendera yang digunakan pada masa Majapahit.

Dijahit oleh Fatmawati Menggunakan Kain Pemberian Orang Jepang

Berdasarkan kumpulan catatan kecil istri Soekarno, Fatmawati, dalam bukunya yang berjudul Catatan Kecil Bersama Bung Karno, kain bendera pusaka didapat dari Pimpinan Barisan Propaganda Jepang, Hitoshi Shimizu melalui pemuda bernama Chairul Basri.

Mulanya kain itu akan dijahit sebagai baju dan sempat disimpan oleh Fatmawati di gudang.

Namun Soekarno memerintahkan Chairul Basri mengambil kain itu dari gudang dan dijahit oleh Fatmawati menjadi bendera.

Bendera ini pertama kali dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Kemudian bendera itu dibawa ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946 bersama Presiden, Wakil Presiden, dan para menteri.

Baca Juga:  Viral Paskibraka di Mamasa Menangis Usai Bendera Merah Putih Terbalik Saat HUT RI Ke-80

Pada 6 Juli 1949, bendera tersebut kembali ke tangan Soekarno dan dikibarkan di halaman Gedung Agung pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1949.

Bendera Pusaka Diganti dengan Bendera Duplikat

Bendera pusaka terakhir kali dikibarkan pada masa Presiden ke-2 RI, Soeharto di Istana Merdeka pada 17 Agustus 1968. Saat itu kondisinya mulai rapuh dan warnanya memudar.

Oleh sebab itu, digunakanlah bendera duplikat. Duplikat bendera pusaka pertama dibuat pada 1969 dengan bahan sutera asli dan digunakan hingga 1984.

Duplikat kedua berkibar dari 1985 hingga 2014, dan duplikat ketiga mulai digunakan pada 2015.

Bendera pusaka asli kini disimpan di Monumen Nasional (Monas) dalam lemari kaca antipeluru setebal 12 sentimeter dengan sistem pengatur suhu dan kelembapan, dilengkapi sensor asap dan tenaga hidrolik. Penjagaan dilakukan selama 24 jam oleh gabungan TNI dan Polri.

Makna Warna Merah Putih pada Bendera Indonesia

Warna merah dan putih memiliki makna filosofis. Merah melambangkan keberanian, darah, dan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan kesucian, jiwa, dan roh.

Soekarno pernah menjelaskan bahwa merah melambangkan darah wanita dan putih melambangkan sperma laki-laki, sebagai simbol penciptaan manusia.

Dalam budaya Austronesia, merah dan putih diartikan sebagai langit dan bumi. Tradisi Jawa memaknainya sebagai gula merah dan nasi putih, yang menjadi bahan pangan pokok rakyat.

Kedua warna ini menjadi simbol persatuan dan jati diri bangsa Indonesia.

(AKM/NID/RAD)

Trending