Connect with us

Berita

Siap Distribusikan Hasil Bumi, KAI Uji Coba Kereta Khusus Petani dan Pedagang

PT KAI memulai uji coba pertama kereta khusus bagi petani dan pedagang untuk mendukung distribusi hasil panen dan barang dagangan.

Logompn

Published

on

Kai uji coba kereta khusus petani dan pedagang sejak 15 agustus 2025
KAI Uji Coba Kereta Khusus Petani dan Pedagang sejak 15 Agustus 2025 | Gambar: Instagram/@republikindonesia

MPN Indonesia 21 Agustus 2025 - PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah memulai uji coba pertama kereta khusus bagi petani dan pedagang sejak Jumat (15/8) sebagai bagian dari rangkaian sertifikasi keselamatan sebelum kereta dapat melayani publik secara resmi.

Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) ini dirancang untuk mendukung distribusi hasil panen dan barang dagangan secara lebih efisien, dengan desain yang dimodifikasi untuk memudahkan pergerakan dan akses barang di dalam kereta.

“Konsep desainnya mengedepankan kemudahan akses dan ruang angkut yang lebih luas. Tempat duduk dipasang sejajar di sisi kiri dan kanan kereta, sehingga ruang tengah lapang untuk menempatkan hasil pertanian atau barang dagangan, sekaligus memudahkan pergerakan di dalam kereta,” ujar VP Public Relations KAI, Anne Purba dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (21/8).

Kereta ini telah direncanakan secara teknis pada Mei 2024 lalu, namun terkait pelaksanaan uji statis baru berlangsung pada 14-15 Agustus 2025 di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng yang dilanjut uji dinamis dengan rute Surabaya Gubeng–Lamongan (pulang-pergi).

Dimodifikasi Sesuai Kebutuhan Pedagang dan Petani

Kereta ini secara teknis telah disesuaikan untuk mengakomodasi kebutuhan petani dan pedagang. Salah satunya adalah terkait lebar pintu bordes diperbesar dari 800 mm menjadi 900 mm.

Sekat partisi dan bordes juga dihilangkan untuk memperlancar penumpang dalam akses barang. Jumlah kursi turut dikurangi dari 106 menjadi 73 untuk menambah ruang yang bisa dialihfungsikan para penumpang dalam meletakkan dagangan atau hasil taninya.

Sementara untuk toilet tetap tersedia satu unit per kereta dan rak bagasi tetap disediakan untuk menunjang kebutuhan penumpang.

Menurut Anne, modifikasi ini menunjukkan komitmen PT KAI dalam memperluas akses layanan kereta api Indonesia yang inklusif dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Susul Jepang-Thailand, QRIS akan Uji Coba di Korsel

“Kami ingin kereta api menjadi sahabat perjalanan para petani dan pedagang,” tegasnya.

Uji coba lanjutan akan melibatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, sesuai prosedur keselamatan.

Kebijakan pemerintah ini dinilai sebagai langkah konkret dalam memajukan infrastruktur transportasi yang mendukung kebijakan publik dan rantai pasok nasional.

“Dengan transportasi yang tepat, rantai pasok akan lebih kuat, peluang usaha lebih terbuka, dan aktivitas ekonomi daerah semakin bergerak,” ujar Anne.

(AKM/NID/RAD)

Trending