Berita
SMA Gonzaga Tolak Pandangan Pelajar Tak Perlu Berpartisipasi dalam Demokrasi
SMA Gonzaga mengeluarkan pernyataan sikap yang menyatakan dukungan terhadap sikap kritis pelajar dalam aktivitas demokrasi.
MPN Indonesia 8 September 2025 - SMA Gonzaga, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengeluarkan pernyataan sikap yang menuai dukungan publik.
Dalam keterangan resminya yang ditanda tangani kepala sekolah, komunitas SMA Gonzaga menyatakan dukungan terhadap sikap kritis pelajar yang turut serta dalam kegiatan demokrasi.
“Kami menolak pandangan umum, bahwa pelajar SMA/SMK dan setingkat dianggap tidak perlu berpartisipasi dalam kegiatan demokratisasi,” bunyi pernyataan sikap tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Senin (8/9).
Dukungan terhadap Aksi Pelajar
Pihak SMA Gonzaga menegaskan bahwa kegiatan berdemokratisasi, baik melalui kampanye di media sosial, penyebaran petisi, maupun penyuaraan aspirasi, merupakan kebebasan berpendapat yang dijamin Pasal 28 ayat (3) UUD 1945.
SMA Gonzaga juga menyampaikan penghargaan terhadap masyarakat yang berani menyuarakan aspirasi.
“Kami menghormati segala upaya masyarakat Indonesia yang berani menyuarakan aspirasi, menjaga demokrasi, serta memastikan aksi demokrasi kondusif, berjalan demi kepentingan bersama,” bunyi pernyataan tersebut.
Selain itu, mereka mengecam segala bentuk penggiringan opini yang dapat memicu konflik horizontal antar kelompok masyarakat.
Lebih lanjut, SMA Gonzaga menegaskan dukungannya terhadap 17+8 Tuntutan Rakyat agar dapat dipertimbangkan oleh DPR.
“Kami mengharapkan itikad baik untuk mempertimbangkan, dan mempertahankan tindak lanjut yang berkeadilan demi memperbaiki akuntabilitas kinerja seluruh lembaga pemerintahan,” tulis mereka.
Respons Publik
Pernyataan sikap ini kemudian mendapat respons positif di media sosial, khususnya di X. Sejumlah warganet menilai sikap SMA Gonzaga bisa menjadi contoh bagi sekolah lain.
“Kita perlu memberi apresiasi setinggi-tingginya pada SMA Gonzaga, tidak ada secuilpun pernyataan menyalahkan pelajar berdemonstrasi,” tulis akun X @zanatul_91 pada Minggu (7/9).
Akun lain juga ikut menimpali dalam kolom balasan dengan menyebut rekam jejak SMA Gonzaga yang sudah terkenal mendukung nilai aktivisme sejak dulu.
“Kolese Gonzaga dari dulu emang sekolah Katolik bagus, lumayan kiri dan didikannya lebih mengedepankan nilai-nilai aktivisme. Aturan mereka murid bebas gondrong kalau akademisnya bagus,” katanya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
