Berita
Fakta dan Mitos soal Gerhana Bulan, Benarkah Ada Pertanda Buruk?
Gerhana Bulan selalu berhasil memikat perhatian. Namun, masih ada yang salah kaprah antara fakta dan mitos yang menyelimutinya.
MPN Indonesia 8 September 2025 - Gerhana Bulan selalu berhasil memikat perhatian. Langit malam perlahan meredup, lalu wajah Bulan tertutup bayangan Bumi, kadang bahkan berubah menjadi merah gelap hingga oranye menyala.
Keindahan itu kerap dibarengi cerita turun-temurun. Ada yang menganggapnya pertanda buruk, namun ada pula yang merayakannya sebagai momen langka untuk belajar astronomi.
Agar tidak terjebak kabar simpang siur, mari menyiapkan dua kacamata sekaligus agar kita bisa membedakan antara fakta ilmiah dan mitos budaya.
Fakta Gerhana Bulan
Bagaimana Gerhana Bulan Terjadi?
Gerhana Bulan terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada hampir segaris. Bumi yang berada di tengah menutupi cahaya Matahari sehingga cahaya tersebut tidak bisa menyentuh Bulan.
Alhasil, cahaya yang dipantulkan Bulan hanya berasal dari sisa-sisa cahaya Matahari lewat atmosfer Bumi. Hal ini membuat Bulan berwarna merah gelap atau oranye.
Peristiwa ini sepenuhnya alamiah dan dapat dijelaskan lewat mekanika langit.
Mengapa Bulan Tampak Merah?
Dalam gerhana total atau blood mood, Bulan kerap berwarna merah. Menurut penjelasan yang juga dimuat NASA, cahaya Matahari yang melewati tepi atmosfer Bumi tersebar.
Di mana, komponen biru banyak dipantulkan oleh molekul udara, sementara komponen merah menerus dan “mewarnai” Bulan. Itulah mengapa gerhana total dikenal sebagai Blood Moon.
Aman Diamati dengan Mata Telanjang
Tidak seperti gerhana Matahari, gerhana Bulan aman dilihat tanpa alat bantu. Anda bisa menyaksikannya langsung, atau menggunakan teropong/telefoto untuk detail yang lebih kaya.
Dapat Diprediksi dengan Sangat Akurat
Lembaga astronomi mampu menghitung waktu, durasi, hingga jalur visibilitas gerhana dengan presisi.
Jadi, tidak ada unsur mistik pada kapan gerhana terjadi, karena semuanya mengikuti hukum gerak benda langit.
Seberapa Sering Terjadi
Rata-rata, Bumi mengalami sekitar dua gerhana bulan per tahun. Namun tidak semuanya gerhana total, hanya sekitar 29% saja yang berstatus blood moon.
Dari satu lokasi tertentu di Bumi, kesempatan melihat blood moon biasanya sekali tiap ±2,5 tahun.
Bulan Terlihat Sedikit Lebih Besar
Blood Moon terjadi sekitar 2,6 hari sebelum perigee, yaitu titik terdekat Bulan dengan Bumi.
Pada kondisi perigee, Bulan dapat tampak hingga ±14% lebih besar dan ±30% lebih terang dibanding saat terjauh.
Mitos Gerhana Bulan
Bulan Dimakan Raksasa
Di sebagian tradisi Jawa kuno, gerhana dipahami sebagai Bulan yang “dimakan” Batara Kala.
Oleh karena itu masyarakat membunyikan kentongan atau suara bising untuk “mengusirnya”.
Narasi ini adalah warisan budaya, bukan penjelasan fisika langit yang menunjukkan cara leluhur memaknai alam sebelum sains modern berkembang.
Pertanda Buruk
Ada anggapan gerhana membawa sial seperti gagal panen, bencana, atau nasib buruk.
Namun secara ilmiah, gerhana hanyalah peristiwa astronomi yang dapat diprediksi dan tidak berdampak langsung pada kejadian di Bumi.
Berbahaya bagi Ibu Hamil
Sebagian orang masih meyakini ibu hamil yang melihat gerhana Bulan berisiko melahirkan bayi cacat.
Namun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini. Oleh sebab itu, gerhana Bulan aman bagi manusia, termasuk ibu hamil dan janin.
Tanda Akhir Zaman
Warna merah pada blood moon di sejumlah budaya sering dikaitkan dengan isyarat bencana besar atau bahkan akhir zaman.
Secara sains, rona merah murni efek atmosferik, yaitu hasil penyebaran cahaya, bukan isyarat kosmis akan malapetaka.
Jadi, gerhana Bulan adalah pertunjukan langit yang indah, aman, dan sarat nilai edukasi.
Kendati demikian, mitos adalah bagian dari kekayaan budaya yang patut dihargai sebagai warisan cerita. Namun untuk mengambil sikap, kita sebaiknya berpijak pada fakta ilmiah.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
