Connect with us

Viral

Akibat Jalan Rusak Parah, Warga Jambi Terpaksa Angkut Jenazah dengan Traktor Sawit

Jenazah seorang warga di Tanjung Jabung Timur terpaksa diangkut menggunakan traktor sawit karena akses jalan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan. Pemerintah daerah menyampaikan tanggapan.

Logompn

Published

on

Akibat jalan rusak parah, warga jambi terpaksa angkut jenazah dengan traktor sawit
Akibat Jalan Rusak Parah, Warga Jambi Terpaksa Angkut Jenazah dengan Traktor Sawit. Gambar : Detik.com

Jambi, MPN Indonesia 10 November 2025 - Seorang warga di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Hadong (70), terpaksa diangkut menggunakan traktor sawit menuju rumah duka pada Kamis (6/11).

Peristiwa di daerah ini terjadi di Jalan Parit Bengkok, Kelurahan Kampung Singkep, Kecamatan Muara Sabak Barat, karena kondisi jalan yang rusak dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jenazah dibawa menggunakan traktor sawit milik perusahaan sekitar lantaran tidak ada kendaraan lain yang dapat melintas akibat hujan deras yang membuat jalanan berlumpur dan berkubang.

Erik, warga setempat, menjelaskan bahwa kondisi jalan sangat menyulitkan proses pengantaran jenazah.

“Ya jadi memang kebetulan jalan ini tidak bisa dilintasi oleh kendaraan biasa seperti motor dan mobil ya, jadi kami warga minta mobil traktor angkutan sawit milik perusahaan buat antarkan jenazah keluar buat nanti dibawa ke rumah keluarganya buat dimakamkan di sana,” ujar Erik kepada wartawan, Sabtu (8/11).

Dalam video berdurasi 30 detik yang beredar di media sosial, jenazah terlihat dibalut kain panjang dan diletakkan di bak traktor sawit terbuka sebelum dibawa ke Kampung Laut untuk dimakamkan. Pihak perusahaan juga ikut membantu proses tersebut.

“Kami dari pihak perusahaan diminta bantuannya untuk mengantar jenazah ke arah keluar ke ujung Parit Bengkok,” kata Sugeng dari pihak perusahaan.

Kondisi Jalan dan Akses yang Terputus

Jalan Parit Bengkok merupakan jalan alternatif yang belum beraspal dan menjadi satu-satunya akses sementara setelah jalur utama melalui Rano ditutup karena perbaikan jembatan.

Kondisi hujan yang terjadi selama satu pekan terakhir memperparah kerusakan jalan.

Baca Juga:  Viral! Bocah 9 Tahun Tewas Digigit Anjing Pemburu di Bogor

Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslimin Tanja, membenarkan bahwa jalan tersebut belum masuk prioritas pembangunan karena keterbatasan anggaran.

“Sebenarnya jalan itu adalah jalur alternatif. Saat kondisi hujan memang begitu karena memang belum diaspal,” jelas Muslimin dalam keterangannya pada Sabtu (8/11).

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah meminta percepatan penyelesaian perbaikan jembatan di jalur Rano agar akses utama dapat kembali digunakan.

“Kami sudah instruksikan untuk mempercepat penyelesaian jembatan yang di Rano ini, agar masyarakat bisa kembali menggunakan jalur itu,” tambahnya.

Erik menyebut bahwa sebelumnya jalan tersebut masih bisa dilalui meski berlumpur, namun intensitas hujan membuat jalur itu tidak memungkinkan sama sekali untuk dilintasi.

“Ini sudah seminggu lah jalan itu tak bisa dilalui sama sekali oleh kendaraan,” ungkapnya.

Respons Pemerintah Daerah

Muslimin menyampaikan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam penyusunan skala prioritas pembangunan infrastruktur.

“Sekarang ini, kita masih memprioritaskan jalur-jalur utama sembari tetap mengupayakan peningkatan jalur-jalur alternatif,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Hadong.

“Kami juga mengucapkan turut berduka atas meninggalnya almarhum. Semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan, amin,” pungkas Muslimin.

(AKM/NID/RAD)

Trending